Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KABUPATEN Cianjur, Jawa Barat, siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Semua elemen dari berbagai instansi pun mulai dikerahkan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Tedi Artiawan, mengatakan mulai memasukinya musim hujan yang ditandai dengan beberapa kali terjadi bencana hidrometeorologi membuat semua elemen harus siap siaga. Apalagi, indeks risiko bencana di Kabupaten Cianjur terbilang cukup tinggi karena karakteristik daerahnya memiliki kontur tanah yang labil.
"Kondisi saat ini sudah memasuki musim hujan. Jadi, kita perlu kesiapsiagaan menghadapi potensi kebencanaan," kata Tedi usai apel kesiapsiagaan bencana di Halaman Timur Komplek Pendopo Cianjur, Rabu (22/9).
Apel kesiapsiagaan diikuti personel BPBD, TNI, Polri, PMI, Pramuka, para relawan, serta dinas dan instansi teknis lainnya. Selain kesiapan personel, disiapkan juga kesiapan sarana dan prasarana sebagai daya dukung penanganan bencana.
"Secara keseluruhan, Cianjur memang rawan dengan potensi bencana hidrometeorologi," jelas mantan Kepala Dinas Kominfosantik Kabupaten Cianjur itu.
Potensi jenis bencana yang diwaspadai terjadi pada kondisi saat ini diantaranya tanah longsor, pergerakan tanah, banjir atau banjir badang, maupun puting beliung. BPBD telah memetakan kerawanan daerah yang berpotensi bencana hidrometeorologi.
"Di Cianjur utara dan tengah mulai dari Puncak, itu rawan pergeseran tanah. Di dua wilayah ini memang masih banyak daerah pergunungan atau tebing-tebing. Kemudian di wilayah selatan itu rawan tanah longsor ataupun banjir," kata Tedi.
Tedi memastikan sosialisasi pencegahan bencana sudah sering dilakukan kepada masyarakat. Ditambah saat ini sudah terbentuknya Relawan Tangguh Bencana (Retana) yang tersebar di 360 desa dan kelurahan di 32 kecamatan.
"Insya Allah, ketika terjadi bencana, masyarakat sudah tahu langkah apa yang harus dilakukan. Peran Retana juga sangat penting. Di setiap desa dan kelurahan terdapat 5 orang Retana. Ketika terjadi bencana, mereka bergerak bersama masyarakat. Penanganan yang utama dan pertama saat terjadi bencana adalah nyawa manusia. Ini sudah dipahami masyarakat," pungkasnya. (OL-15)
KERUGIAN materiel akibat bencana di Kota Sukabumi, Jawa Barat, mencapai sekitar Rp5 miliar. Berbagai bencana terjadi kurun tiga bulan atau selama periode Januari-Maret tahun ini.
Sejumlah siswa SDN Supiturang 02 mengikuti proses pembelajaran di ruang kelas madrasah diniyah di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.
Struktur tanah yang tipis di atas lapisan batuan membuat lereng sangat rentan runtuh, terutama saat dipicu curah hujan tinggi.
Banjir melanda Kampung Bojongasih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur mencatat sebanyak 79 rumah rusak akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 yang terjadi pada Kamis (9/4).
Longsor menutup akses jalan nasional di Cadas Pangeran, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Gempa magnitudo 4,0 mengguncang Kabupaten Tasikmalaya dini hari, Selasa (28/4). BMKG memastikan gempa tak berpotensi tsunami, getaran dirasakan di sejumlah wilayah.
Perindo menempatkan Jawa Barat sebagai prioritas utama dalam konsolidasi menuju Pemilu 2029.
Kebijakan transisi energi di Indonesia selama ini banyak dirancang di level nasional, mulai dari penetapan target bauran energi, skema pensiun dini PLTU, hingga negosiasi pendanaan.
Berdasarkan hasil analisis model cuaca global hingga lokal dan data observasi, BMKG menyimpulkan potensi hujan lebat dan angin kencang dapat terjadi dalam durasi singkat
BMKG keluarkan peringatan dini angin kencang di Jawa Barat dan hujan lebat di 11 wilayah Indonesia untuk 21 April 2026. Cek prakiraan cuaca lengkapnya.
Dinamika atmosfer saat ini dipengaruhi oleh pembentukan sirkulasi siklonik di wilayah barat dan timur Nusantara, yang memicu pertumbuhan awan hujan signifikan di berbagai wilayah Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved