Pemkab Purbalingga Gerak Cepat Tangani Longsor Sangkanayu

Lilik Darmawan
13/4/2026 16:07
Pemkab Purbalingga Gerak Cepat Tangani Longsor Sangkanayu
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif (kedua kanan) saat meninjau lokasi tanah longsor di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet .(MI/Lilik Darmawan-HO/Pemkab Purbalingga)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Purbalingga, Jawa Tengah, memastikan penanganan darurat dan pemulihan pascabencana tanah longsor di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, berjalan maksimal. Bencana yang terjadi pada Minggu (12/4) tersebut mengakibatkan satu warga meninggal dunia dan kerusakan infrastruktur pemukiman.

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif, meninjau langsung lokasi kejadian dan menyambangi tiga kepala keluarga terdampak, yakni keluarga Sunaryo, Sugiatno, dan Yono, pada Senin (13/4). Selain menyampaikan duka cita mendalam, Bupati menyerahkan bantuan stimulan berupa uang tunai, logistik, dan peralatan darurat hasil kolaborasi dengan PMI serta Baznas.

“Kami dari pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan penuh atas kebutuhan warga, mengingat bencana ini menimbulkan kerusakan dan korban jiwa,” ujar Fahmi.

Rekomendasi Geologi
Berdasarkan kajian Tim Geologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, lokasi tersebut dikategorikan zona rawan. Struktur tanah yang tipis di atas lapisan batuan membuat lereng sangat rentan runtuh, terutama saat dipicu curah hujan tinggi.

Tim ahli merekomendasikan langkah teknis segera berupa pembuatan terasering dan pembersihan material tidak stabil untuk mencegah longsor susulan. Menanggapi hal itu, Pemkab telah menyiapkan langkah lanjutan untuk perbaikan hunian warga.

“Pemkab akan membantu perbaikan bagian rumah warga yang rusak, seperti dapur dan kamar mandi agar dapat kembali digunakan,” tegas Bupati.

Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas tersebut terjadi di Dusun Pondok Nangka pada Minggu (12/4) sekitar pukul 09.30 WIB. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut memicu tebing setinggi 12 meter runtuh dan menimpa bagian belakang rumah warga. Saat kejadian, dua warga bernama Yanti dan Kasini sedang beraktivitas di dapur.

Yanti dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara Kasini mengalami luka pada bagian kaki. Akibat bencana ini, sebanyak 11 jiwa dari tiga kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. Estimasi kerugian materiil akibat kerusakan dua rumah kategori berat dan satu rumah kategori sedang mencapai puluhan juta rupiah.

Kepala Desa Sangkanayu, Ali Nur Setiawan, mengapresiasi respons cepat yang ditunjukkan pemerintah daerah. Namun, ia mengingatkan bahwa ancaman belum sepenuhnya hilang. “Kami berharap penanganan tebing segera dilakukan karena masih mengancam sedikitnya lima rumah warga lainnya,” kata Ali.

Saat ini, Pemkab Purbalingga bersama relawan dan warga terus melakukan kerja bakti pembersihan material longsoran sembari memantau kondisi cuaca guna menghindari potensi bahaya lanjutan di area bekas aktivitas tambang tradisional tersebut. (LD/P-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya