Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PETANI di Kabupaten Malang, Jawa Timur harus bersabar lagi, sebab kartu tani yang ditunggu sejak 2018 dan yang sedianya dibagikan hari ini, Senin (1/9) ditunda lagi. Rencananya, kartu tani yang bisa digunakan untuk membeli pupuk bersubsidi dengan harga diskon ini akan diterima pada awal Januari 2021.
"Kartu tani ditunda," tegas Kepala Seksi Pupuk Pestisida dan Alsintan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Pemkab Malang Suwaji kepada Media Indonesia, Selasa (1/9).
Suwaji menyatakan rencananya kartu tani akan diterapkan 1 September 2020. Namun, ada kendala. BNI belum mendistribusikan seluruh kartu yang fungsinya untuk membeli pupuk bersubsidi itu ke seluruh petani.
Sejauh ini, lanjutnya, baru 50% petani dari total 105 ribu petani yang masuk elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK) yang sudah menerima kartu tani. Namun, kartu sakti yang sudah diterima tersebut belum bisa digunakan.
"Penundaan penerapan kartu tani hingga awal Januari 2021 dan tinggal menunggu surat resmi dari provinsi dan pemerintah pusat," ujarnya.
Suwaji mengungkapkan belum satu pun desa yang menerapkan pembelian pupuk bersubsidi dengan kartu tani. Pembelian pupuk di kios masih menerapkan pola lama.
Petani warga Dusun Maron, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Mustafirli Asror menyatakan belum mengurus kartu tani. Ia berniat mengurus agar tahun depan memiliki kartu sakti itu."Saya belum membuat kartu tani, kemarin diingatkan oleh kelompok tani," tegas petani cabai tersebut.
Saat ini, kondisi stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Malang menipis. Bahkan, di 33 kecamatan hampir habis. Stok pupuk urea alokasi tahun ini hanya tersisa 10.479,95 ton tidak mencukupi kebutuhan tanam September-Desember.
Bahkan permohonan realokasi pupuk subsisi ke Pemprov Jatim yang diajukan sejak Juni 2020 sampai kini belum ada kejelasan.Usulan penambahan pupuk itu urea 8.617,1 ton, ZA 24.235,59 ton dan SP36 2.553,14 ton. Tambahan itu diharapkan mengubah alokasi urea jadi 34.456 ton, ZA 23.702 ton, SP36 4.668 ton, Phonska 43.341 ton dan organik 20.881 ton.(OL-13)
Baca Juga: Kartu Tani Bisa Untuk Menebus Pupuk Bersubsidi
Berkaca kepada teori ekonomi, katanya, subsidi yang diberikan kepada komoditas itu sampai kapanpun pasti akan ada celah pemanfaatan.
Pemprov DKI mengalokasikan Rp6,4 triliun untuk subsidi transportasi, air, dan pangan pada 2025 demi menjaga daya beli warga.
Langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyesuaikan postur anggaran Transfer ke Daerah (TKD) seringkali dicap sebagai keputusan pragmatis belaka.
Pemprov DKI hanya menyesuaikan penganggaran untuk pelaksanaan program selama 10 bulan pertama tahun anggaran.
Pemprov DKI perlu memperhatikan penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan bahasa asing di sekolah-sekolah negeri maupun swasta.
tarif Transjakarta sebenarnya mencapai sekitar Rp13 ribu per penumpang, namun masyarakat hanya membayar Rp3.500 berkat subsidi besar dari pemerintah daerah.
Sekretaris Perusahaan, Yehezkiel Adiperwira, menyebut keseimbangan antara operasional dan target iklim menjadi fokus utama perusahaan saat ini.
Sudaryono menyebutkan bahwa sejumlah negara telah menjalin komunikasi dengan pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pupuk mereka.
Pemerintah terus memperkuat cadangan pangan nasional sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang dapat mengganggu produksi dan distribusi pangan.
Pupuk Indonesia bersama Petronas Chemicals Group Berhad dan Brunei Fertilizer Industries resmi membentuk asosiasi produsen pupuk Asia Tenggara bernama SEAFA.
Harga pupuk jenis Urea non-subsidi kini bertengger di angka Rp450.000 per sak, naik dari harga sebelumnya Rp400.000. Tidak hanya itu, pupuk KCL turut merangkak naik ke Rp430.000 per sak.
Komitmen memperkuat efisiensi industri dan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) mengantarkan PT Pupuk Indonesia (Persero) meraih sejumlah penghargaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved