Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PETANI di Kabupaten Empat Lawang bersiap menghadapi musim tanam kedua tahun ini dan akan memanfaatkan alat mesin pertanian (alsintan). Hal itu mendapat apresiasi dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Ia mengatakan, dalam pandemi covid-19 ini pertanian tidak bisa berhenti.
“Di saat seperti ini, kita tidak bisa mengandalkan ekspor. Apalagi negara eksportir juga menghentikan sementara aktivitas ekspornya. Petani harus terus tanam usai panen agar ketersediaan pangan tidak bermasalah,” tutur Syahrul dalam keterangan, Rabu (3/6/2020).
Baca juga: Mentan Serahkan Alsintan dan Sembako di Kupang
Sementara itu Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, mengatakan para petani di Kabupaten Empat Lawang sangat sukses memaksimalkan alsintan. Pengunaan alsintan sebaiknya dilakukan saat panen raya dan akan dimaksimalkan saat musim tanam.
"Terbukti produktivitas pertanian di sana sangat tinggi,” tutur Sarwo Edhy.
Di Kecamatan Pasmah Air Keruh, Kabupaten Empat Lawang, salah satu kelompok tani (poktan) yang memanfaatkan alsintan untuk kegiatan panen adalah Poktan Damar Sewu yang ada di Desa Air Mayan Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker).
Poktan Damar Sewu memiliki 25 hektare (ha) lahan sawah. Saat panen, para petani menggunakan alsintan berupa combine bantuan pemerintah. Produksi yang mereka peroleh rata–rata mencapai 8,2 ton/Ha GKP. Desa mereka sendiri memiliki lahan sawah seluas hampir mencapai 470 Ha.
Baca juga: Pemanfaatan Alsintan Saat Panen, Solusi Tepat di Tengah Pandemi
Sarwo Edhy menambahkan, petani yang tidak memiliki alsintan bisa memanfaatkan jasa Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) yang menyewakan alsintan. "Kami selalu mengimbau petani untuk memanfaatkan alsintan. Jika tidak punya, mereka bisa menggandeng UPJA yang ada di sekitar mereka," ujar Sarwo Edhy.(Ant/A-3)
Penyerahan bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian di Desa Alue Awe, Lhokseumawe, Aceh.
PEMPROV Bengkulu, akan menargetkan potensi peningkatan produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 10 ribu ton per tahun dari total luasan lahan program cetak sawah pada 2026.
Pemprov Jateng siapkan mitigasi kekeringan dengan 123 juta liter air bersih dan optimalisasi 1.137 embung untuk amankan kebutuhan warga serta lahan pertanian.
Ancaman kekeringan akibat fenomena iklim global mulai terasa di Aceh, mendorong kalangan akademisi mengingatkan pentingnya strategi adaptasi bagi sektor pertanian.
Guru Besar IPB Prof Hermanu Triwidodo tawarkan solusi preemtif murah hadapi ledakan hama penggerek batang & wereng saat Godzilla El Nino 2026.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyoroti lambatnya penanganan sawah terdampak bencana Sumatra saat meninjau langsung lokasi Kabupaten Padang Pariaman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved