Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat terus berusaha mengembangkan sektor pariwisata. Salah satu yang mereka lakukan adalah mengelola kawasan wana wisata Ranca Upas di Ciwidey, Kabupaten Bandung.
Untuk itu mereka menunjuk PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Perseroda) Jaswita Jabar, salah satu BUMD provinsi tersebut. Jaswita tidak sendirian. Mereka menggandengn Perhutani untuk mengelola pariwisata tersebut.
Baca juga:
Direktur Utama PT. Jaswita Jabar Deni Nurdyana Hadimin mengatakan, pihaknya sudah menandatangani kerjasama dengan Perhutani terkait peningkatan potensi pariwisata di Ranca Upas. Pengembangan itu salah satunya dilakukan terkait pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan wisata.
"Nantinya juga di beberapa kawasan Perum Perhutani yang berlokasi di Provinsi Jawa Barat," kata Deni di Bandung, Rabu (26/2).
Dia menjelaskan, pengembangan dengan Perhutani ini telah disepakati melalui penandatanganan kerjasama dilakukan olehnya bersama Plt Direktur Utama PT Perhutani Bambang Catur Wahyudi, di Jakarta.
Nota Kesepahaman itu berlaku untuk jangka waktu satu tahun, terhitung sejak tanggal ditandatanganinya Nota kesepahaman itu.
"Penandatanganan kerjasama ini merupakan salah satu bentuk percepatan yang dilakukan Jaswita Jabar dalam upaya meningkatkan performa usaha perseroan di bidang pariwisata," katanya.
Terlebih, menurutnya kawasan Ranca Upas yang berlokasi di RPH Cimanggu, BKPH Tambak Ruyung Timur, KPH Bandung Selatan ini memiliki potensi yang besar sebagai salah satu destinasi wisata di Jawa Barat.
"Kerjasama dengan Perum Perhutani untuk pengembangan kawasan wana wisata Ranca Upas inipun sesuai dengan salah satu program Pak Gubernur (Jawa Barat Ridwan Kamil)," katanya.
Melalui kesepahaman dengan BUMN itu, dia berharap mampu mewujudkan visi Emil yang menginginkan sektor pariwisata sebagai lokomotif pembangunan ekonomi. "Guna mewujudkan visi Jabar Juara Lahir Batin," katanya.
Kawasan wana wisata Ranca Upas merupakan salah satu sumber daya yang dimiliki oleh Perum Perhutani, sehingga kerjasama itu bernilai strategis bagi BUMN tersebut. Langkah ini diyakini dapat mengoptimalkan sumber daya, sehingga memberi kontribusi bagi perusahaan serta menghasilkan manfaat ekologi, sosial, dan ekonomi lebih maksimal.
Lebih lanjut Deni katakan, selain wana wisata Ranca Upas, pada 2020 ini Jaswita Jabar juga berencana membangun dan mengelola potensi pariwisata lainnya. Beberapa di antaranya seperti hotel di kawasan BIJB Majalengka, resort dan kawasan seni budaya di Pantai Pangandaran, hotel dan cafe di Jl Ambon Kota Bandung, optimalisasi aset di kawasan Jl Braga dan Jl Suniaraja, hotel di lahan bekas Hotel Corner Jl Wastukencana, hingga pembangunan pusat logistik berikat di Cikampek Jawa Barat.
"Ini merupakan langkah strategis bagi kami Jaswita Jabar," katanya. (BY/A-1)
Program Mudik ke Jakarta yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendapat respons positif dan dinilai memberi dampak nyata bagi para mitra selama periode Lebaran 2026
KBRI Warsawa sukses gelar FamTrip 2026 untuk tour operator Polandia guna promosikan destinasi Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta sebagai pasar potensial Eropa.
Meningkatnya minat masyarakat Indonesia untuk berlibur ke Australia mendorong hadirnya pameran wisata yang menawarkan beragam kemudahan, promo menarik, dan inspirasi perjalanan.
PT Pelangi Hotel Internasional (PHI Group) memborong dua penghargaan sekaligus dalam ajang bergengsi Grand Honors 2026.
Dewan Pakar Pariwisata Taufan Rahmadi menekankan pentingnya destinasi alternatif di Labuan Bajo untuk cegah overtourism dan menjaga ekosistem Komodo.
FHTB 2026 hadir kembali di BNDCC Bali pada 28-30 April 2026. Menampilkan 200+ perusahaan global, kompetisi kuliner, dan tren pariwisata berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved