Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYELENGGARAAN event Temanggung Fair tahun 2019 ini cenderung kacau dan kurang bermanfaat bagi peserta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal. Hal itu terlihat dari omzet yang turun drastis dibanding event yang sama tahun lalu.
Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kabupaten Temanggung, Rony Nurhastuti, menyebutkan, omzet yang didapat selama gelaran lima hari Temanggung Fair 2019 pada Kamis (24/10) hingga Senin (28/10) ini hanya di kisaran Rp1,2 miliar. Jumlah itu sangat jauh dari omzet event yang sama tahun 2018 lalu yang mencapai Rp13 miliar.
"Omzet terbesar didapat dari stand lokal yang mencapai Rp771 juta dan stand mobil sekitar Rp400 juta dengan dua transaksi," kata Roni, Kamis (31/10).
Bahkan, katanya, pada event tahun ini tidak ada catatan berapa jumlah pengunjung selama even berlangsung. Pihak event organizer (EO) sebetulnya sudah diminta dari awal agar menghitung jumlah pengunjung yang datang. Akan tetapi sampai pameran ditutup, pihak penyelenggara masih belum bisa menyajikan data jumlah pengunjung.
"Pelaksanaannya cukup baik selama lima hari, tidak hujan, sehingga pengunjung leluasa menyaksikan produk di Temanggung Fair ini," ujarnya.
baca juga: Memulihkan Kerusakan Lingkungan Pasca Tambang Melalui Geopark
Masalah lainnya, sebelum pelaksanaan, lanjut Rony, pihak EO menjanjikan peserta dari luar kota 20% dan 80% adalah peserta dari lokal Temanggung. Yang terjadi malah terbalik, yang dari luar 80% sedangkan peserta dari Temanggung 20% sudah termasuk perbankkan, PDAM dan BKK. (OL-3)
Pameran ini bertujuan untuk memperlihatkan bagaimana titik awal pergerakan kebangsaan dimulai dari Kota Bandung
Meningkatnya minat masyarakat Indonesia untuk berlibur ke Australia mendorong hadirnya pameran wisata yang menawarkan beragam kemudahan, promo menarik, dan inspirasi perjalanan.
Di tengah dinamika dan ketidakpastian industri, kolaborasi dengan mitra global menjadi faktor krusial dalam memperkuat daya saing industri garmen dan tekstil.
FHTB 2026 hadir kembali di BNDCC Bali pada 28-30 April 2026. Menampilkan 200+ perusahaan global, kompetisi kuliner, dan tren pariwisata berkelanjutan.
ARCH:ID kembali hadir sebagai salah satu agenda paling dinantikan oleh pelaku industri arsitektur, interior hingga material bangunan di Indonesia.
Seluruh karya diseleksi melalui proses kuratorial yang cermat oleh dewan juri yang terdiri dari Wiyu Wahono (kolektor seni), Heri Pemad (Founder ArtJog) dan Angga Aditya (CEO Grey Art Gallery).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved