Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SERING terjadi keterlambatan penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) setiap triwulan, membuat sejumlah sekolah harus mencari solusi. Seperti dialami SMP Negeri 1 Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Sekolag tersebut harus berutang untuk mengatasi keterlambatan dana BOS.
Kepala SMPN 1 Tanjung Bunga, Kornelius Koten membenarkan bahwa sekolahnya menggunakan dana pinjaman untuk mengatasi keterlambatan dana BOS.
"Selama ini kendalanya sering tidak tepat waktu dan terlambat dalam pencairan dana BOS, sehingga kebutuhan sekolah yang harus dipenuhi terpaksa tidak dapat dilakukan. Seperti pada pencaiaran tahap triwulan satu yang seharusnya pada Januari, tetapi terlambat hingga beberapa bulan. Bahkan baru Mei lalu dicairkan dana BOS," kata Kornelius, Kamis (26/9).
Keterlambatan pembayaran ini mengakibatkan sekolah kesulitan berbelanja kebutuhan berdasarkan rencana kegiatan sekolah. Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah menggunakan dulu uang komite sambil menunggu dana BOS. Hal itu dibenarkan oleh bendahara sekolah, Yohana Fernandes. Ia pernah mengutang dengan membuat buku bon di kios-kios terdekat untuk belanja kebutuhan sekolah sambil menunggu masuknya dana BOS.
Pada tahun ini SMPN 1 Tanjung Bunga sudah dua kali mencairkan dana BOS. Yaitu triwulan I sebesar Rp73 juta dan triwulan kedua sebesar Rp146 juta.
baca juga: Pemprov Kalsel Jamin Pegunungan Meratus Tidak Ditambang
"Kami berharap pencairan dana BOS bisa tepat waktu karena banyak kebutuhan sekolah yang harus dipenuhi. Apalagi dengan 368 siswa membutuhkan sarana dan prasarana sekolah yabg lebih layak serta memenuhi standar pendidikan," pungkas Kornelius Koten. (OL-3)
Mendikdasmen menegaskan komitmennya dalam menjaga pelaksanaan TKA agar tetap kredibel, transparan, dan berintegritas di seluruh wilayah Indonesia.
WIC Jakarta sukses gelar Konferensi Biennial WCI ke-17. Fokus pada pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan pelestarian warisan budaya di era transformasi.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengatasi kendala tersebut agar tidak terjadi di tahun berikutnya.
Dalam konteks ini, pendidikan vokasi seharusnya menjadi solusi strategis. Namun untuk memahami bagaimana seharusnya vokasi berfungsi, kita perlu melihat praktik terbaik global.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan komitmennya melakukan perbaikan besar-besaran sektor pendidikan, mulai dari renovasi fisik sekolah hingga penguatan kualitas pembelajaran.
President University mengukuhkan tiga Guru Besar baru: Prof. Anton Wachidin, Prof. Erwin Sitompul, dan Prof. Jhanghiz Syahrivar untuk perkuat riset nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved