Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEJABAT tinggi di Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan diduga tertangkap dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK), Senin (2/9) malam. Buktinya pagi ini, Selasa (2/9) ruang kerja Bupati Muara Enim kini disegel oleh KPK. Tidak hanya garis menyilang didepan pintu, juga terlihat sticker bertuliskan Dalam Pengawasan KPK yang menempel di antara dua pintu. Selain ruang kerja bupati, ruang kerja bupati sementara yang berada di Kantor Badan Pembangunan Daerah (Bappeda) Muara Enim pun disegel KPK.
Diketahui selama satu bulan lalu, Bupati Muara Enim Ahmad Yani memang berpindah ruang kerja ke Kantor Bappeda karena ruang kerjanya sedang direnovasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun sementara, bukan hanya Bupati Muara Enim yang tertangkap tangan KPK. Kontraktor inisial RB dan pejabat dinas PUBM dan Pengairan Muara Enim inisial AL juga diboyong KPK. OTT KPK ini terkait proyek yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Sementara itu pantauan di kantor dinas PU BM dan Pengairan Muara Enim dan rumah dinas Bupati Muara Enim terlihat sepi.
baca juga: Kecamatan Gencarkan Pengelolaan BUMDes
Sekretaris Daerah Muara Enim, Hasanudin ketika dikonfirmasi mengaku belum mengetahui perihal OTT Bupati oleh KPK.
"Belum tahu, belum ada yang bisa dikonfirmasi," tandasnya. (OL-3)
Akses menuju pendopo Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur yang juga merupakan rumah dinas bupati, masih ditutup rapat pasca-OTT KPK.
KPK menetapkan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo bersama ajudannya Dwi Yoga Ambal sebagai tersangka usai operasi tangkap tangan pada 11 April 2026. Kasus ini menambah panjang daftar kepala daerah yang tumbang lewat OTT KPK sepanjang 2026.
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo bersama ajudannya Dwi Yoga Ambal menjalani pemeriksaan setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Gedung Merah Putih KPK.
Dalam kasus ini, ada 18 orang tertangkap di Tulungagung. Dari total itu, sebanyak 13 orang dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.
Uang sitaan itu diberikan ke Gatut lewat Yoga yang merupakan orang kepercayaannya. Dalam pemeriksaan, uang bakal digunakan untuk kepentingan pribadi Gatut.
Karena perjanjian itu, Gatut berani meminta uang kepada kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan lainnya, karena adanya klausul manut perintah bupati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved