Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Lamongan, Jawa Timur menargetkan pada 2020 bebas bayi stunting. Untuk merealisasikannya, Pemkab Lamongan gencar mengkampanyekan makan ikan. Hal tersebut disampaikan Bupati Fadeli seusai menghadiri safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Desa Ganggangtingan, Kecamatan Ngimbang, Rabu (14/8). Menurut Fadeli, pada 2017 angka stunting di Kabupaten Lamongan mencapai 23% dan turun menjadi 14% pada 2018. Jumlah ini, kata dia, kembali turun menjadi 9% di awal 2019.
"Di akhir 2019, ditargetkan turun menjadi 5% sehingga pada 2020 Lamongan akan Zero Stunting," tegasnya.
Meski terjadi penurunan, Fadeli tetap prihatin masih adanya stunting di Lamongan. Terutama Lamongan merupakan kabupaten penghasil ikan terbesar di Jawa Timur. Produksi ikan Lamongan di setiap tahunnya sekitar 130 ribu ton. Namun angka konsumsi ikan hanya 45,82 kilogram per kapita per tahun.
"Seharusnya bisa lebih dari itu," jelasnya.
Fadeli optimistis dengan kerja sama yang baik antara masyarakat, pemerintah, TP PKK, kader posyandu dan tim medis, target zero stunting di tahun 2020 akan tercapai. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan MS Heruwidi menambahkan, Safari Gemarikan ini diagendakan di 23 provinsi di Indonesia. Untuk di Jawa Timur, hanya dilaksanakan di dua kabupaten, yakni Lamongan dan Sumenep.
baca juga: Batam Segera Miliki Pasar TPID
Di Kabupaten Lamongan sasarannya adalah Desa Gagangtingan dan Desa Durikedungjero Kecamatan Ngimbang serta Desa Plososetro dan Desa Paji Kecamatan Pucuk.
"Angka stunting di Desa Ganggangtingan sebelumnya sebanyak 37 anak," terangnya.
Namun, lanjut dia, berkat kerja keras semua pihak, saat ini sudah turun menjadi 8 anak. Sedangkan di Desa Durikedungjero yang sebelumnya 36 anak stunting, saat ini turun menjadi 10 anak. (OL-3)
Kemenkes RI luncurkan Konsorsium 1000 HPK bersama Rabu Biru Foundation untuk mengintegrasikan intervensi kesehatan ibu dan anak demi target Indonesia Emas 2045.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat prevalensi stunting di wilayah tersebut berada di kisaran 26,1 persen dan ditargetkan turun sebesar lima persen pada 2026.
Studi IHDC mengungkap hubungan signifikan antara stunting, anemia, dan rendahnya kemampuan working memory pada anak usia sekolah di Indonesia.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan targetkan angka stunting turun ke 7% pada 2026 melalui kolaborasi stakeholder dan penguatan peran SPPG.
IDAI ingatkan orangtua mengenai pentingnya kurva pertumbuhan untuk pantau tumbuh kembang anak secara akurat dan cegah salah diagnosis stunting.
Presiden INA Dr. dr. Luciana B. Sutanto menekankan pentingnya protein dan zat besi untuk kecerdasan anak serta pencegahan stunting dan anemia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved