Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden RI HM Jusuf Kalla, Minggu (27/1), mengunjungi Bendungan Bilibili, dan Jembatan Je'nelata, Desa Manuju, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, untuk melihat kondisi terkini bendungan dan warga terdampak.
Menurut Kalla, usai Rapat Koordinasi Penanggulangan Banjir dan Tanah Longsor yang dihadiri kepala daerah yang wilayahnya terdampak, maka program yang pertama kali akan dilakukan adalah membantu atau menyantuni korban yang meninggal.
"Kementerian Sosial akan segera membantu santunan," katanya.
Untuk fasilitas umum, jalan dan jembatan, akan segera diperbaiki oleh Kementerian PUPR, bersama dengan kepala daerah (gubernur).
Kalla juga menegaskan, jika persoalan bencana itu ada dua hal. Pertama itu cuaca, yang tidak mungkin dikontrol. Dan yang kedua adalah terjadi kerusakan di hulu, di daerah aliran sungai (DAS) Bawakaraeng atau Jeneberang.
"Ini harus segera diperbaiki. Secara aturan, siapa yang melanggar, katakanlah seperti taman-taman yang tidak sesuai maka izinnya dicabut. Dan daerah ketinggian tidak boleh ditanami tanaman yang bisa menimbulkan longsor kayak jagung, tapi diganti tanaman yang keras yang membantu lingkungan," urai Kalla di lobi Kantor Gubernur Sulsel.
Semua itu lanjut Kalla, akan dibantu oleh Pemprov Sulsel dan BNPB. Termasuk kerusakan-kerusakan pada masyarakat, akan dibantu sesuai dengan aturan yang ada. "Dibantu, bukan diganti semua," tukas Kalla.
Baca juga: Santunan Rp555 Juta Disiapkan untuk Ahli Waris Bencana Sulsel
Saat ditanya ke Kalla, berapa lama target untuk penyelesaian kerusakan alam di hulu DAS Jeneberang, ia menyebut butuh waktu tiga tahun.
"Karena itu baru mau dibibitkan, baru ditanami. Tapi harus dari sekarang. Pak gubernur dan BNPB, juga dari Kehutanan nanti sama-sama akan memperbai lingkungan DAS," sebutnya.
Terkait kondisi Bendungan Bilibili, Kalla menegaskan, jika di sana tidak ada masalah, kecualai sedimentasi. Makanya di sana disiapkan kapal keruk.
Persoalan sedimentasi, lanjutnya, karena kerusakan lingkungan di hulu.
"Jadi ini sebab akibat. Jadi jika air naik, meski tidak terlalu besar, langsung luber maka di atasnya harus diperbaiki. Kalau pun dikeruk tapi kalau di atasnya rusak itu tidak akan terjadi," lanjut Kalla.
Dan sebagai solusi lain, akan dibangun bendungan lain, yaitu Bendungan Jenelata, yang rencananya akan mulai 2019 ini.
"Tapi intinya, lingkungan harus dijaga," tandas Kalla.
Berdasarkan data sementara yang ada, sedikitnya 500 rumah rusak, akibat bencana di 10 kabupaten/kota di Sulsel itu.
"Untuk bantuannya, nanti semacam perbaikan saja, BNPB akan membantu bahan bangunan dan sebagainya," pungkas Kalla.
Adapun 10 kabupaten/kota yang terdampak banjir dan tahah longsor di Sulsel adalah Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Maros, Bantaeng, Pangkep, Barru, Soppeng, dan Sidrap yang menelan 59 korban jiwa.
Sepuluh kepala daerah yang wilayahnya terdampak bencana tersebut hadir pada rakor penanganan bencana itu. Termasuk juga Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Donny Monardo. (OL-1)
Tanah longsor terjadi di sejumlah titik yang menghambat jalur masuk pengunjung.
AKSES ke kawasan situs megalitikum Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tertimbun material tanah longsor.
SATU orang warga Kampung Gria Sukamaju RT 01/02 Desa Sukamaju Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia saat terjadi tanah longsor.
BENCANA banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat (Sumbar) menelan korban jiwa. Dua orang warga dilaporkan hanyut terseret arus deras.
SEBANYAK 24 jiwa dari 8 kepala keluarga (KK) di Kampung Pasir Eurih, RT 03/03, Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat terpaksa mengungsi akibat tanah longsor.
BPBD dan relawan Wonosobo, Jawa Tengah, berhasil menemukan dan mengevakuasi jenazah seorang warga bernama Embuh yang hanyut di Sungai Bogowonto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved