Warga Sindangkerta yang Terdampak Longsor Diminta Mengungsi

Depi Gunawan
13/4/2026 17:58
Warga Sindangkerta yang Terdampak Longsor Diminta Mengungsi
Petugas BPBD menunjukan titik longsor di Kampung Pasir Eurih, Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat.(Depi Gunawan/MI)

SEBANYAK 24 jiwa dari 8 kepala keluarga (KK) di Kampung Pasir Eurih, RT 03/03, Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat terpaksa mengungsi akibat tanah longsor.

Wilayah mereka diterjang bencana longsor dari tebing, Sabtu (11/4) malam akibat hujan deras berintensitas tinggi. Bantuan kebutuhan dasar telah disalurkan kepada para korban terdampak.

Camat Sindangkerta, Agus Achmad Setiawan menuturkan, bahwa longsor terjadi dua kali saat warga masih berada di dalam rumah.

"Kejadian pertama sekitar pukul 18.00 WIB, disusul satu jam kemudian. Awalnya dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi," katanya saat dikonfirmasi, Senin (13/4).

Ia mengungkapkan, mahkota longsor berada di tebing Gunung Ranggasena. Material longsor berupa tanah bercampur air, disertai batu-batu besar, meluncur dari atas hingga menimbun area persawahan dan mendekati permukiman warga.

"Menurut kesaksian warga, sempat terdengar suara seperti ledakan. Diduga berasal dari aliran air di atas yang tersumbat hingga memicu longsor," ucap Agus.

Agus memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Selain itu, tidak ada rumah yang mengalami kerusakan parah. Material longsor hanya mendekati dua rumah warga tanpa menyebabkan keruntuhan.

"Dari mahkota longsor hingga batas permukiman sekitar 200–300 meter, terdapat dua rumah. Alhamdulillah tidak sampai merobohkan bangunan. Kerusakan hanya terjadi pada sawah seluas sekitar 2.000 meter persegi," jelasnya.

Namun, demi keamanan dan keselamatan, warga yang tinggal di dekat titik longsor diharuskan mengungsi ke rumah kerabat. Pasalnya, kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah tersebut.

"Kami terus memantau situasi dan mengingatkan warga untuk tetap waspada, mengingat cuaca akhir-akhir ini cukup ekstrem," pungkasnya. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya