Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AJANG perlombaan perahu layar Nongsa Regatta kembali digelar di Nongsa Point Marina and Resort di Batam, Kepulauan Riau. Acara yang sudah digelar 4 tahun berturut-turut itu diselenggarakan selama 3 hari mulai 25 hingga 27 Januari.
Keistimewaan acara tahun ini, jika sebelumnya diikuti oleh peserta asing yang mayoritas berasal dari Singapura, tahun ini ada peserta dari Indonesia yaitu asal Kepulauan Riau dan Papua.
Untuk tahun ini jumlah pesertanya sendiri ada 59 orang (belum termasuk anggota keluarga yang disertakan).
"Seperti yang diketahui pariwisata perbatasan yang perlu didorong yaitu aksesibilitasnya dekat, lalu Batam ini amenities-nya sudah ada seperti resort-resort dan selanjutnya itu event-nya. Acara ini ada 3 event perlombaan yaitu kapal untuk 2 orang, kapal yang lebih besar, dan remote control," jelas Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata RI, Indroyono Soesilo seusai acara pembukaan Nongsa Regatta IV di Batam, Jumat (25/1).
Lebih lanjut Indroyono menjelaskan tahun depan acara ini akan lebih dibesarkan lagi promosinya dan dapat diikuti lebih banyak peserta Indonesia.
"Tahun depan kita akan mengundang pemenang kompetisi boat remote control perguruan tinggi. Lalu untuk yang lomba perahu layar ini peserta yang pemenang dari Asian Games, SEA Games, dan lain-lain bisa ikut sehingga perbandingan peserta asing dan lokal semakin dekat tapi jumlah pesertanya semakin banyak. Ini bagian dari kita untuk menggarap wisatawan asing dari wilayah perbatasan," imbuh Indroyono.
Lebih lanjut dalam keaempatan yang sama Kepala Bidang Pemasaran Area II Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata RI Diana Tikupasang mengungkapkan bahwa acara ini adalah salah satu upaya untuk menarik wisatawan asing semakin banyak datang ke Indonesia, dimana target kunjungan wisatawan asing 2019 sebanyak 20 juta wisatawan.
"Kami berharap event ini bisa menarik banyak wisman terutama dari Singapura dan Malaysia serta negara-negara lain mengingat Singapura sebagai hub sehingga diharapkan event ini bisa menarik sebanyak-banyaknya," kata Diana.
Baca juga : Kunjungi Media Group, Bupati Nias Kenalkan Potensi Wisata Nias
Diana pun mengamini agar tahun mendatang peserta asal Indonesia bisa lebih banyak ikut perpartisipasi karena selain untuk memeriahkan acara, juga sebagai sarana adu kemampuan.
"Kita negara bahari tentunya punya keunggulan dalam hal itu dan saya berharap di destinasi-destinasi lain juga punya kegiatan semacam ini. Banyak sekali wisata bahari yang bisa dikembangkan untuk event semacam ini," tambah Diana.
Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, Boerlimar pun dalam acara tersebut sangat mengapresiasi dan mendukung acara tersebut.
Dirinya berharap ke depannya acara tersebut rutenya dapat melewati seluruh kabupaten/kota yang ada di provinsi Kepulauan Riau.
"Saat ini, event-nya melewati 3 kabupaten/kota, seperti Batam, Bintan dan Lingga ke depan diharapkan rutenya bisa sampai ke Anambas dan Natuna sehingga seluruh kabupaten kota terlalui dan event ini diharapkan tidak hanya 3 hari bisa sampai seminggu," jelas Boerlimar.
Menurut Boerlimar, provinsinya cukup mengandalkan acara semacam ini mengingat 96% wilayah Kepulauan Riau berupa lautan hanya 4% daratan. Dirinya pun berharap acara tersebut dapat semakin besar di kemudian hari.. (OL-8)
Selain cabai rawit merah, harga cabai merah besar berada di kisaran Rp48.750 per kilogram dan cabai merah keriting Rp46.750 per kilogram.
Di Batam, pergerakan nilai tukar berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, mengingat tingginya ketergantungan pada barang impor dan transaksi lintas negara, khususnya Singapura.
Puncak Festival Literasi Batam #1 sukses digelar di Universitas Universal, melibatkan 272 sekolah dan menghasilkan 404 proyek literasi inovatif.
Pihak Imigrasi mengamankan 29 warga negara asing (WNA) asal Tiongkok dalam operasi gabungan di kawasan Marina City Waterfront, Batam.
KELANGKAAN minyak goreng bersubsidi Minyakita masih terjadi di sejumlah wilayah di Batam.
Ketiadaan Minyakita di pasaran bukan disebabkan oleh kenaikan harga, melainkan karena prioritas distribusi untuk kebutuhan program bantuan pangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved