Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPAL Tanker Eastern Glory yang menabrak jembatan II Barelang akibat dibawa arus deras air laut, pada Rabu (23/1) siang, sudah berhasil dievakuasi. Namun tidak ada konfirmasi dari pihak BP Batam soal kerugian yang ditanggung akibat menabrak jembatan tersebut.
Proses evakuasi berlangsung sejak Rabu (23/1) malam pukul 18.55 WIB, dan berlangsung hingga lima jam. Diketahui sebelumnya kapal tersebut merupakan tangkapan TNI AL yang tersangkut soal minyak solar di pelabuhan Batu Ampar, Batam.
Dari pihak KPLP menyebutkan ada enam tugboat untuk mengevakuasi kapal tangker yang nyangkut di bawah jembatan II Barelang tersebut. Kondisi cuaca ketika kapal dievakuasi memang tidak bersahabat. Saat ini arus air laut dan angina utara sangat kencang berhembus menambah kesulitan petugas gabungan dari berbagai instansi untuk melakukan aktivitas evakuasi.
Dengan upaya keras petugas gabungan dari Basarnas, KPLP dan Dispolair Polda Kepri, kapal akhirnya bisa dievakuasi, dan akhirnya disandarkan ke dermaga milik Pertamina yang ada di sekitar jembatan.
Baca juga: Kapal Tanker dan Kapal Pipa Laut Bertabrakan
Sementara itu Dirpolairud Polda Kepri, Kombespol Benyamin Sapta, mengatakan proses penyelidikan kejadian ini akan dilakukan dan pemilik kapal harus mempertanggung jawabkan kecelakaan tersebut. Sebab kejadian tersebut sangat merugikan negara dan membahayakan anggota masyarakat yang menyeberangi jalan di jembatan tersebut.
"Untuk sementara kapal akan dikembalikan dulu ke dermaga awal, sembari besok dimintai keterangan lagi ke semuanya, termaksud ABK-nya. Bisa saja (kejadian) ini karena kelalain manusia, atau factor cuaca. Semuanya nanti akan diproses agar jelas," ujarnya.
Kapal Eastern Glory merupakan milik agent atas nama PT Jati Catur Niaga Trans, juga akan diperiksa terkait masalah itu. Polisi akan mengembangkan informasi tersebut, sehingga akan didapat siapa yang bertanggung jawab atas kejadian yang merugikan masyarakat. Sebab jembatan Barelang merupakan ikon Kota Batam untuk menarik wisatawan datang dan berkunjung ke daerah ini.
"Tentu saja, agent kapalnya PT Jati Catur Niaga Trans. Dimintai keterangannya. Perihal kronologis lengkap kejadiannya, nanti akan kami informasikan lebih lanjut begitu hasilnya sudah didapatkan," tambahnya.
Atas peristiwa itu, saat ini jembatan II Barelang mengalami kerusakan cukup fatal pada pile cap dan box girder jembatan yang merupakan penyangga dasar dari jembatan untuk dapat dioperasikan untuk umum.
Kasubdit Pembangunan Jalan Jembatan BP Batam Boy Zasmita mengatakan pile cap merupakan elemen struktur yang berfungsi untuk menyebarkan beban dari kolom ke tiang-tiang jembatan. Sementara box girder merupakan struktur atas jembatan terdiri dari balok-balok penopang utama yang berbentuk kotak berongga. Biasanya terdiri dari elemen beton pratekan, baja struktural, atau komposit baja dan beton bertulang.
"Sejauh ini kerugian yang ditimbulkan berupa pile cap yang terdapat di lima titik jembatan, dan juga box girdernya, Belum diketahui berapa nilai kerugian, yang pasti besar, karena merupakan struktur dasar jembatan," katanya. (OL-3)
Selain cabai rawit merah, harga cabai merah besar berada di kisaran Rp48.750 per kilogram dan cabai merah keriting Rp46.750 per kilogram.
Di Batam, pergerakan nilai tukar berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, mengingat tingginya ketergantungan pada barang impor dan transaksi lintas negara, khususnya Singapura.
Puncak Festival Literasi Batam #1 sukses digelar di Universitas Universal, melibatkan 272 sekolah dan menghasilkan 404 proyek literasi inovatif.
Pihak Imigrasi mengamankan 29 warga negara asing (WNA) asal Tiongkok dalam operasi gabungan di kawasan Marina City Waterfront, Batam.
KELANGKAAN minyak goreng bersubsidi Minyakita masih terjadi di sejumlah wilayah di Batam.
Ketiadaan Minyakita di pasaran bukan disebabkan oleh kenaikan harga, melainkan karena prioritas distribusi untuk kebutuhan program bantuan pangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved