Menteri Usul Gerbong Perempuan di tengah Rangkaian, MTI: Itu Absurd

Mohamad Farhan Zhuhri
29/4/2026 13:18
Menteri Usul Gerbong Perempuan di tengah Rangkaian, MTI: Itu Absurd
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi.(Antara)

KECELAKAAN beruntun yang melibatkan tiga rangkaian kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam dinilai sebagai alarm keras bagi sistem keselamatan perkeretaapian nasional. 

Di sisi lain, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) usul terkait pemindahan gerbong khusus perempuan ke tengah rangkaian demi alasan keselamatan.

Pengamat transportasi sekaligus Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Deddy Herlambang menilai langkah tersebut tidak relevan dengan akar persoalan.

“Itu usulan absurd itu. Sama saja nyawa laki-laki or perempuan semua mahal, justru lebih eksklusif bila Kereta Khusus Wanita (KKW) itu diletakkan di ujung-ujung seperti di Jepang,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (29/4).

Menurutnya, hal yang perlu diperhatikan salah satunya yakni pemisahan jalur antara kereta komuter dan kereta jarak jauh melalui pembangunan double-double track Bekasi–Cikarang. 

“Lintas padat berbasis mixed traffic sangat rentan. Segregasi jalur adalah keharusan untuk menjamin keselamatan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti perlunya mitigasi human error melalui manajemen kelelahan masinis, pelatihan simulator wajib, hingga penerapan prinsip ‘safety over punctuality’

Ia mendorong penerapan Railway Safety Management System (RSMS) secara menyeluruh untuk mengubah pendekatan keselamatan menjadi lebih prediktif dan terintegrasi.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa fokus utama perbaikan harus diarahkan pada sistem keselamatan menyeluruh, termasuk penanganan perlintasan sebidang. 

“Kita tidak bisa terus berulang pada pola kecelakaan yang sama. Reformasi keselamatan harus dilakukan secara serius, terintegrasi, dan berbasis risiko,” pungkasnya. (Far/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya