Pascakecelakaan KA di Bekasi, Okupansi Whoosh Naik hingga 15 Persen

Media Indonesia
28/4/2026 18:07
Pascakecelakaan KA di Bekasi, Okupansi Whoosh Naik hingga 15 Persen
Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa.(Dok MI)

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat adanya kenaikan okupansi penumpang kereta cepat Whoosh hari ini menyusul kecelakaan kereta api yang terjadi di wilayah Bekasi Timur.

Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa mengatakan, peningkatan terlihat jika dibandingkan dengan hari yang sama pada pekan sebelumnya, meski belum signifikan.

“Kalau dibandingkan Selasa minggu lalu, memang ada sedikit peningkatan. Hari ini okupansi per kereta sekitar 65 persen, biasanya di kisaran 45 sampai 50 persen,” ujar Eva di Stasiun KCIC Halim (28/4).

Dengan kapasitas satu rangkaian mencapai sekitar 601 kursi, tingkat keterisian tersebut setara dengan sekitar 300 hingga 400 penumpang per perjalanan.

Eva menjelaskan, hari Selasa umumnya merupakan periode dengan tingkat keterisian lebih rendah dibanding akhir pekan atau awal pekan. Dalam kondisi normal, lonjakan penumpang biasanya mulai terjadi pada Kamis hingga Senin pagi.

Meski demikian, KCIC belum menyimpulkan kenaikan tersebut sepenuhnya dipicu oleh peralihan penumpang dari moda kereta api konvensional pascakecelakaan.

“Selasa dan Rabu memang biasanya lebih landai. Jadi ini masih kita lihat polanya,” kata dia.

Dari sisi pola perjalanan, mayoritas penumpang Whoosh masih didominasi rute Halim–Padalarang. Sekitar 80 persen pengguna tercatat turun di Stasiun Padalarang, yang menjadi titik transit menuju Kota Bandung.

Sebelumnya, kecelakaan kereta api terjadi di kawasan Bekasi Timur dan berdampak pada perjalanan sejumlah layanan kereta. Kondisi tersebut berpotensi mendorong sebagian penumpang mencari alternatif moda transportasi.

KCIC menyatakan akan terus memantau perkembangan jumlah penumpang dalam beberapa hari ke depan untuk melihat apakah terjadi pergeseran pola perjalanan secara lebih luas. (Muhammad Ghifari A/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya