Kereta Cepat Whoosh Bawa Dampak Positif: Hemat Waktu, Energi, dan Biaya

Muhammad Ghifari A
28/4/2026 19:20
Kereta Cepat Whoosh Bawa Dampak Positif: Hemat Waktu, Energi, dan Biaya
Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Dwiyana Slamet Riyadi(MI/Ghifari)

Dampak operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) mulai terlihat dari sisi efisiensi transportasi, lingkungan, hingga aktivitas ekonomi di koridor Jakarta–Bandung. 

Peneliti dari Universitas Indonesia, Andyka Kusuma, menyebut kereta cepat berpotensi menekan emisi karbon hingga sekitar 210 ribu ton CO₂ per tahun, setara dengan emisi sekitar 45 ribu mobil pribadi.

Selain itu, konsumsi bahan bakar diperkirakan berkurang hingga 81,8 juta liter per tahun. “Tanpa kehadiran kereta cepat, potensi kerugian akibat kemacetan di koridor Jakarta–Bandung bisa mencapai sekitar Rp940 miliar per tahun,” ujarnya di Indonesia–China Friendship Stories Exchange Event di Stasiun Halim, Selasa (28/4/2026).

Meski demikian, angka tersebut masih berupa estimasi berbasis kajian dan belum sepenuhnya mencerminkan realisasi jangka panjang.

Dari sisi pengembangan kawasan, Executive Director PT Summarecon Agung Tbk, Hindarko Hasan, mengatakan wilayah di sekitar stasiun seperti Tegalluar mulai mengalami peningkatan aktivitas.

“Pergerakan masyarakat jadi lebih dinamis, termasuk perjalanan harian Jakarta–Bandung,” kata dia.

Sementara itu, Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menekankan bahwa dampak Whoosh tidak hanya pada percepatan perjalanan, tetapi juga pada perubahan pola mobilitas masyarakat.

“Whoosh menghadirkan manfaat yang luas, tidak hanya dalam mempercepat perjalanan, tetapi juga mendorong efisiensi transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia mengungkapkan sejak beroperasi pada Oktober 2023, Whoosh telah mengangkut lebih dari 15 juta penumpang, termasuk sekitar 800 ribu wisatawan mancanegara dari 189 negara.

Di sisi lain, KCIC juga menyebut adanya dampak pada pengembangan sumber daya manusia. Saat ini terdapat 652 tenaga kerja Indonesia yang telah tersertifikasi dalam pengoperasian dan perawatan kereta cepat, termasuk puluhan masinis yang kini mengoperasikan seluruh perjalanan tanpa tenaga asing.

Direktur Utama KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi, mengatakan kehadiran Whoosh turut mengubah pola perjalanan masyarakat antara Jakarta dan Bandung.

“Dulu perjalanan bisa 3 sampai 4 jam, sekarang kurang dari satu jam. Ini mendorong pola commuting yang sebelumnya tidak banyak terjadi,” katanya.

Meski berbagai pihak menyoroti dampak positif, forum tersebut belum banyak membahas tantangan proyek secara lebih luas, termasuk keberlanjutan operasional dan capaian terhadap proyeksi awal.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya