Restrukturisasi BUMN Dikebut, 15 Perusahaan Jadi Satu

M Ilham Ramadhan Avisena
07/4/2026 22:07
Restrukturisasi BUMN Dikebut, 15 Perusahaan Jadi Satu
Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), Dony Oskaria.(Dok. MetroTv)

PEMERINTAH mendorong percepatan restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan target selesai tahun ini. Desakan itu muncul di tengah upaya membenahi kinerja perusahaan pelat merah agar lebih efisien dan mampu bersaing.

Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), Dony Oskaria menyatakan, penyelesaian restrukturisasi tidak sekadar mengejar tenggat waktu, tetapi juga memastikan perubahan mendasar.

"Tahun ini kita harus menyelesaikan seluruh restrukturisasi BUMN dan diharapkan ini bisa selesai tepat waktu. Dan tidak hanya tepat waktu, tetapi juga secara fundamental selesai," ujarnya kepada pewarta usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, (7/4). 

Langkah pembenahan itu ditempuh melalui konsolidasi di sejumlah sektor strategis. Di sektor logistik, pemerintah menyiapkan penggabungan besar-besaran yang akan menyatukan 15 perusahaan menjadi satu entitas nasional.

"Insya Allah juga dalam satu bulan ini akan selesai. Akan kita announce 15 perusahaan menjadi satu perusahaan logistik nasional kita. Nah ini kita laporkan satu per satu. Insya Allah mudah-mudahan semakin cepat proses transformasi BUMN dan semakin terasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia," jelas Dony.

Konsolidasi juga menyasar perusahaan pengelola aset untuk membentuk entitas yang lebih kuat. Pemerintah berharap skala yang lebih besar dapat memperbaiki efisiensi sekaligus meningkatkan daya saing di tengah tekanan global.

Di sektor transportasi, perhatian diarahkan pada perbaikan layanan kereta api. Sejumlah proyek elektrifikasi jalur seperti Jakarta-Rangkas, Jakarta-Cikampek, dan Jakarta-Sukabumi tengah dipersiapkan untuk mendukung peningkatan kualitas layanan publik.

"Jadi memang kereta api ini harus kita buat menjadi perusahaan yang sehat sehingga mampu memberikan layanan transportasi publik yang baik kepada masyarakat Indonesia," ucapnya.

Selain itu, pemerintah juga mengebut penyelesaian restrukturisasi utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Prosesnya disebut telah mencapai tahap akhir dan tinggal menunggu penyelesaian formal sebelum diumumkan.

"Tadi saya berdiskusi dengan Pak Menkeu juga. Dan sudah ada kesepakatannya. Sudah selesai. Sudah kajian dan lain sebagainya. Tinggal kita akan ada proses formalnya," ungkap Dony. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya