Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK tujuh keluarga korban kecelakaan Kereta Rel Listrik (KRL) di Bekasi Timur telah melapor ke Posko Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4). Laporan ini diperlukan untuk proses identifikasi 10 kantong jenazah yang telah diterima pihak rumah sakit sejak dini hari.
Kepala RS Polri Kramat Jati, Prima Heru Yulihartono, menyatakan bahwa data ante mortem dari pihak keluarga sangat krusial untuk dicocokkan dengan data hasil pemeriksaan forensik.
"Hingga saat ini, sudah ada tujuh keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya ke posko sebelum kematian (ante mortem)," ujar Prima dilansir dari Antara, Selasa (28/4).
Berdasarkan pemeriksaan awal, seluruh 10 jenazah yang berada di RS Polri berjenis kelamin perempuan. Tim DVI saat ini tengah melakukan rekonsiliasi data agar identitas para korban dapat segera dipastikan secara akurat.
Pihak RS Polri mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam insiden tersebut untuk segera melapor dengan membawa dokumen pendukung. Dokumen yang disarankan meliputi identitas diri korban, foto yang memperlihatkan kondisi gigi, serta dokumen dengan rekam sidik jari seperti ijazah.
Di sisi lain, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengonfirmasi adanya peningkatan jumlah korban jiwa dalam insiden tabrakan antara Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi pada Senin (27/4) malam tersebut.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa hingga Selasa pagi pukul 08.45 WIB, tercatat sebanyak 14 orang meninggal dunia. "Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan," jelas Bobby.
Hingga berita ini diturunkan, proses identifikasi masih berlangsung dan RS Polri menargetkan hasil sementara dapat diumumkan dalam waktu dekat seiring bertambahnya data dari pihak keluarga.
Kontak Informasi:
Keluarga korban dapat mendatangi Posko Ante Mortem di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, dengan membawa data medis dan identitas korban untuk mempercepat proses identifikasi. (Z-10)
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menegaskan proses pemulihan layanan kereta api jarak jauh terus berjalan.
INSIDEN kecelakaan kereta api di kawasan Stasiun Bekasi Timur memunculkan perhatian serius terhadap faktor penyebab awal yang diduga berasal dari gangguan di perlintasan sebidang.
SEBANYAK 22 korban kecelakaan kereta antara KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Tiimur saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang memastikan bahwa tidak ada pembatalan kereta api tujuan Jakarta keberangkatan dari Daop 4 Semarang pada hari ini, Rabu (29/4/2026).
USAI kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, PT KAI Daops 8 Surabaya terus berbenah dalam menata perlintasan.
KETUA Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Said Aldi Al Idrus, menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tim DVI berhasil mengidentifikasi 15 jenazah korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Berikut daftar lengkap identitas korban
Prima menyebut pihaknya terus mendalami proses identifikasi. Sehingga hasil pemeriksaan akan dilaporkan kepada warga lebih lanjut.
Polisi mengerahkan sejumlah petugas untuk membantu proses evakuasi korban untuk dilarikan ke RS Polri Kramat Jati.
RS Polri Kramat Jati identifikasi 10 kantong jenazah korban kecelakaan KRL vs KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Total korban tewas mencapai 14 orang.
Update kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur: 14 orang meninggal dunia dan 84 luka-luka. Korban tewas dibawa ke RS Polri untuk identifikasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved