MTI Desak SOP Mitigasi Kendaraan Mogok di Perlintasan Sebidang usai Kecelakaan KRS di Bekasi

 Gana Buana
28/4/2026 13:16
MTI Desak SOP Mitigasi Kendaraan Mogok di Perlintasan Sebidang usai Kecelakaan KRS di Bekasi
MTI usulkan SOP mitigasi kendaraan mogok di rel kereta api menyusul kecelakaan beruntun yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur.(Dok. Antara)

MASYARAKAT Transportasi Indonesia (MTI) menekankan pentingnya penyusunan standar operasional prosedur (SOP) mitigasi bagi kendaraan yang mogok di perlintasan sebidang. Usulan ini muncul menyusul kecelakaan beruntun yang melibatkan kereta api jarak jauh dan KRL di wilayah Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.

Ketua Forum Perkeretaapian MTI, Deddy Herlambang, menyatakan bahwa ketiadaan panduan baku bagi pengguna jalan saat kendaraan mengalami kendala teknis di atas rel menjadi pemicu fatalitas. Ia mendorong Direktorat Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan untuk segera merumuskan regulasi tersebut.

"Pemicu awal Kecelakaan Kereta Api (KKA) adalah perlintasan sebidang di Jalan Ampera JPL 78 Bekasi, maka perlu mitigasi berupa standar operasional prosedur (SOP) yang wajib dilaksanakan oleh pengguna jalan apabila kendaraan bermotor mogok di atas rel Kereta Api," ujar Deddy dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (28/4).

Kronologi Kecelakaan Beruntun

Insiden tragis ini bermula pada Senin malam pukul 20.20 WIB, ketika sebuah taksi listrik mogok di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera. Kendaraan tersebut kemudian tertemper oleh KRL CRRC relasi Jakarta-Cikarang (PLB 5181), yang mengakibatkan perjalanan kereta di belakangnya terhambat.

Dampaknya, KRL TM 5568A (PLB 5568a) terpaksa berhenti di peron 2 Stasiun Bekasi Timur (BKST). Sekitar 35 menit kemudian, tepatnya pukul 20.55 WIB, KA 4 Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi menabrak bagian belakang KRL yang sedang berhenti tersebut. Tabrakan ini menyebabkan lalu lintas kereta api lintas Jakarta hingga Cikarang lumpuh total.

Penanganan di Lokasi

Kepala Bagian Pembinaan Operasional Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Robby Hefados, mengonfirmasi bahwa pihaknya masih melakukan penanganan intensif di kawasan Bekasi Timur. Kondisi lalu lintas di sekitar lokasi dilaporkan padat akibat proses evakuasi dan banyaknya petugas di lapangan.

Pihak kepolisian belum merinci jumlah total korban dalam insiden ini, namun upaya sterilisasi jalur terus dilakukan agar layanan transportasi publik dapat segera kembali normal. MTI berharap kejadian ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperketat pengawasan dan edukasi keselamatan di perlintasan sebidang guna mencegah kejadian serupa di masa depan. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya