Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERJALANAN Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Jatinegara tertahan dan mengalami keterlambatan akibat insiden kecelakaan antara Kereta CommuterLine dan Kereta Disel (KRD) jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4) malam.
Berdasarkan pantauan di lapangan, rangkaian KRL terlihat berhenti di beberapa titik sebelum dan sesudah lokasi kejadian.
Penumpang di dalam kereta tampak menunggu tanpa kepastian waktu keberangkatan, sementara petugas terus memberikan informasi atas keterlambatan perjalanan. Seorang pengguna KRL mengaku kereta yang ditumpanginya sempat berhenti cukup lama.
"Sudah lebih dari 35 menit tidak jalan. Karena informasinya ternyata ada kecelakaan di depan, di Stasiun Bekasi Timur," kata Nur (24) di Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, Senin malam.
Terlihat sebagian penumpang tampak duduk di lantai, sementara lainnya berdiri berdesakan sambil memantau informasi dari pengeras suara stasiun.
"Iya ini kita nunggu aja dari tadi, mau gimana lagi udah ketauan begini, kalau naik ojek online mahal karena masih jauh saya mau ke Tambun," kata Taufik (53).
Informasi awal menyebutkan kecelakaan melibatkan KRL dengan kendaraan lain di perlintasan kawasan Bekasi Timur. Pihak sekuriti KRL mengimbau penumpang untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Penumpang juga disarankan untuk memperbarui informasi perjalanan melalui kanal resmi guna mengetahui kondisi terkini. Petugas stasiun beberapa kali mengumumkan adanya gangguan operasional KRL lintas Bekasi–Cikarang.
Perjalanan kereta disebut mengalami keterlambatan cukup signifikan lantaran adanya insiden kecelakaan di sekitar Bekasi Timur yang berdampak pada jalur rel.
"Mohon maaf atas ketidaknyamanan, saat ini perjalanan KRL mengalami keterlambatan karena adanya gangguan di lintas Bekasi Timur," demikian pengumuman yang terdengar berulang di dalam stasiun.
Kepadatan penumpang juga terlihat di area pintu masuk dan keluar stasiun. Antrean mengular di beberapa titik, terutama di akses menuju peron jalur Bekasi.
Hingga malam hari, petugas keamanan dan pelayanan stasiun tampak berjaga untuk mengatur arus penumpang serta memberikan informasi terkini. Namun, belum ada kepastian kapan perjalanan KRL akan kembali normal.
Berdasarkan informasi yang didapat, CommuterLine sedang berhenti di jalur 1 menuju Cikarang atau arah timur. Beberapa saat kemudian, kereta jarak jauh dari arah barat memasuki jalur yang sama dan langsung menabrak CommuterLine.
"CommuterLine mengalami hancur di bagian belakang. Kami semua langsung dievakuasi oleh petugas," kata Heri, penumpang selamat di lokasi.
Hingga pukul 21.50 WIB, petugas dan masyarakat masih melakukan evakuasi terhadap penumpang. Sejumlah penumpang yang telah dievakuasi mengalami luka-luka hingga tidak sadarkan diri. (Ant/P-3)
Jumlah korban tewas kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 16 orang. Menhub pastikan santunan Jasa Raharja.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menegaskan proses pemulihan layanan kereta api jarak jauh terus berjalan.
Menurut anggota Komisi VIII DPR RI, Derta Rohidin, usulan tersebut lahir dari semangat perlindungan terhadap perempuan.
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya pengamanan seluruh perlintasan kereta api, termasuk yang tidak resmi, guna mencegah kecelakaan berulang.
USAI kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, PT KAI Daops 8 Surabaya terus berbenah dalam menata perlintasan.
Polda Metro Jaya memeriksa sopir taksi GreenSM dan menjadwalkan pemeriksaan masinis terkait tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur.
Prima menyebut pihaknya terus mendalami proses identifikasi. Sehingga hasil pemeriksaan akan dilaporkan kepada warga lebih lanjut.
PT KAI menyampaikan telah terjadi insiden operasional di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta, yang berdampak pada perjalanan kereta api.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved