Hadiri Muscab PKB, Rano Karno Ajak Kolaborasi Tuntaskan Masalah Jakarta

Rahmatul Fajri
19/4/2026 18:29
Hadiri Muscab PKB, Rano Karno Ajak Kolaborasi Tuntaskan Masalah Jakarta
Ilustrasi(Dok Istimewa)

WAKIL Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno membuka Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jakarta Timur di Favehotel Cililitan, Sabtu (18/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Bang Doel ini mengajak PKB untuk memperkuat sinergi dalam mengawal program prioritas pemerintah daerah.

Rano menekankan pentingnya dukungan politik dari seluruh tingkatan kepengurusan PKB terhadap tiga sektor fundamental di Jakarta, yakni ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

“Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang bermanfaat untuk kemajuan PKB. Kami berharap DPP, DPW, hingga DPC terus mendukung program Pemprov DKI demi kesejahteraan warga,” ujar Rano.

Di forum yang sama, Ketua DPC PKB Jakarta Timur, M. Fuadi Luthfi, memberikan catatan kritis di depan Rano Karno. Anggota Komisi D DPRD DKI ini mendesak Pemprov DKI untuk lebih responsif dan memangkas jalur birokrasi yang masih dinilai lamban dalam menangani keluhan warga.

Fuadi membeberkan fakta lapangan mengenai banyaknya laporan warga yang tersendat, salah satunya terkait penanganan infrastruktur dasar dan mitigasi bencana skala kecil.

“Ada warga yang harus menunggu sampai tiga minggu hanya untuk penopingan pohon dengan alasan alat terbatas. Jakarta butuh pemerintah yang lebih sigap, cepat tanggap, dan responsif,” tegas Fuadi. Ia pun meminta Pemprov menambah armada operasional agar risiko pohon tumbang saat musim hujan bisa diminimalisir.

Sinyal Koalisi 'Santri-Abangan'

Selain menyoroti kinerja pemda, Fuadi juga melempar sinyal politik mengenai potensi kolaborasi antara PKB dan PDIP, partai asal Rano Karno untuk masa depan Jakarta. Ia menilai penyatuan basis kaum santri dan kaum abangan merupakan solusi besar bagi kompleksitas persoalan ibu kota.

“Dua kekuatan ini kalau disatukan bisa jadi solusi besar untuk Jakarta. Kolaborasi lintas basis kultural ini masih sangat relevan menjawab tantangan kemacetan, sampah, hingga kemiskinan,” tuturnya.

Optimisme PKB kian menguat menyusul capaian 10 kursi DPRD DKI pada Pemilu 2024, yang merupakan rekor tertinggi dalam sejarah partai di Jakarta. Fuadi menargetkan perolehan kursi tersebut dapat meningkat dua kali lipat pada kontestasi mendatang.

“Pengabdian PKB itu serius. Kami berkomitmen mendukung program strategis Pemprov, namun perlu diingat bahwa meninggalkan PKB berarti meninggalkan sejarah,” pungkas Fuadi. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya