Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POLSEK Kebon Jeruk tengah mendalami aksi penyerangan oleh sekelompok remaja bersenjata tajam yang meneror permukiman warga di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Insiden yang sempat terekam kamera dan viral di media sosial tersebut kini dalam penanganan intensif pihak kepolisian.
Kapolsek Kebon Jeruk Komisaris Nur Aqsha, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait peristiwa yang terjadi pada Rabu (8/4) tersebut. "Kejadian dua hari lalu itu sudah kita terima laporan, sudah kita cek," kata Nur Aqsha saat dihubungi di Jakarta, Jumat (10/4).
Hanya Menakut-nakuti
Meskipun dalam video yang beredar kelompok remaja tersebut terlihat beringas membawa senjata tajam jenis celurit atau corbek, Aqsha memastikan tidak ada bentrokan fisik yang terjadi antara pelaku dengan warga setempat. "Anak-anak itu informasinya seperti mau serang. Tapi kan tidak ada kontak fisik yang terjadi," tutur Aqsha.
Terkait dugaan penggunaan air keras yang disiramkan ke arah rumah warga sebagaimana narasi dalam video viral tersebut, Aqsha menyebutkan bahwa sejauh ini tidak ditemukan adanya korban luka. Cairan tersebut diduga hanya digunakan sebagai alat intimidasi. "Tidak ada korban. Jadi air keras itu ditumpahin di jalan itu, cuma untuk sekadar menakut-nakuti," jelasnya.
Pendalaman Barang Bukti
Kendati demikian, pihak kepolisian membenarkan adanya temuan bekas cairan di lokasi kejadian yang memperkuat bukti adanya aksi teror tersebut. Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi para pelaku yang identitasnya terekam dalam unggahan akun Instagram @gema.jakarta.
"Cuma memang ada bekas, bekas kayak air gitu ya, ditumpahin di jalan di situ. Cuma masih kita dalami," pungkas Aqsha.
Sebelumnya, video amatir menunjukkan sekumpulan remaja berlarian menuju permukiman. Salah satu remaja tampak membawa gayung berwarna biru yang diduga berisi air keras dan menyiramkannya ke arah rumah warga sebelum akhirnya melarikan diri saat warga mulai keluar rumah untuk melakukan perlawanan. (Ant/P-2)
Adapun dokumen yang harus dibawa ke SIM Keliling antara lain KTP dan SIM asli beserta fotokopi, formulir permohonan dan mengikuti tes kesehatan di lokasi gerai.
Studi terbaru Pew Research Center mengungkap alasan di balik penggunaan media sosial oleh remaja. Dari hiburan di TikTok hingga koneksi di Snapchat, simak dampaknya.
Roblox resmi membuka Teen Council Asia 2026. Remaja Indonesia usia 14-17 tahun diajak berkontribusi dalam keamanan digital. Simak syarat dan cara daftar.
Gagal ginjal kini banyak menyerang usia muda akibat pola hidup tidak sehat. Kenali gejala, penyebab, dan cara mencegahnya sejak dini agar tidak berujung cuci darah.
Roblox ajak remaja Indonesia usia 14-17 tahun gabung Teen Council Asia. Simak syarat, jadwal pendaftaran, dan misi keamanan digital di sini.
PkM melibatkan guru Bimbingan dan Konseling (BK) SIJB untuk pencegahan dan penanganan segera bagi siswa yang menunjukkan adanya permasalahan.
Guru Besar FKUI Prof. Agus Dwi Susanto menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan untuk mencegah penggunaan vape pada remaja di tengah masifnya promosi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved