Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI kabel utilitas yang menjuntai dan semrawut di sejumlah ruas jalan utama Kota Depok, Jawa Barat, kian memprihatinkan. Selain merusak estetika kota, keberadaan kabel yang tidak beraturan ini berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas, korsleting listrik, hingga merenggut korban jiwa.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Jumat (10/4), pemandangan kabel menjuntai terlihat jelas di beberapa titik strategis, di antaranya Jalan Raya Bogor, Jalan Tole Iskandar, Jalan Pemuda, Jalan RA Kartini, Jalan Raya Cinere, dan Jalan Nusantara.
Kondisi kabel yang menggantung rendah, bahkan menyentuh badan jalan dan trotoar, memicu keresahan bagi warga, terutama pengendara sepeda motor dan kendaraan bertubuh tinggi.
Budi Artanto, 30, seorang pengendara motor, mengaku ngeri saat melintas di area tersebut. Menurutnya, posisi kabel yang rendah sangat membahayakan keselamatan publik.
"Kabel internet dan listrik yang menjuntai rendah dan menyentuh badan jalan serta trotoar Jalan Tole Iskandar membahayakan. Terutama bagi pengendara roda dua maupun kendaraan tinggi," keluh Budi, Jumat (10/4).
Ia menambahkan, kekhawatiran semakin meningkat saat malam hari mengingat banyak Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tidak berfungsi. “Sudah jelas ini akses lalu lintas, tentu ini sangat berbahaya. Bisa saja tersangkut di kendaraan atau mengenai pengendara motor,” ujarnya.
Senada dengan Budi, Simon, 32, juga mengeluhkan kesemrawutan kabel di sepanjang Jalan Raya Bogor arah perbatasan Cibinong. Ia menyoroti kabel yang bahkan sejajar dengan kepala pejalan kaki di trotoar.
"Kabel itu tampak semrawut dan ada yang menjuntai hingga menyentuh permukaan trotoar. Ada juga kabel yang menjuntai hingga disanggah tiang dari bambu ataupun pipa. Namun penyangganya juga tampak hampir roboh," ungkap Simon.
Respons Pemerintah Kota
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, menyatakan pihaknya telah memulai langkah penataan untuk meminimalisasi risiko bahaya.
Yodi menjelaskan bahwa penertiban telah dilakukan di beberapa titik, salah satunya di wilayah Cimanggis melalui penurunan kabel udara sepanjang 2,8 kilometer.
"Kami telah menurunkan kabel udara yang berada di Jalan Radar AURI di Kecamatan Cimanggis. Kabel udara di Jalan Radar AURI yang diturunkan panjangnya 2,8 Kilometer," jelas Yodi.
Penertiban ini dilakukan oleh Bidang Bina Konstruksi Dinas PUPR Kota Depok bersama operator jaringan fiber optik yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) serta Telkom Indonesia.
"Kabel-kabel yang sebelumnya menjuntai dan melintang di udara dirapikan dan direlokasi guna mengurangi kesemrawutan visual serta mencegah potensi bahaya bagi pengguna jalan," imbuhnya.
Pemkot Depok menargetkan penataan infrastruktur ini dilakukan secara bertahap di kawasan-kawasan strategis lainnya. "Upaya ini diharapkan mampu mengubah wajah Kota Depok menjadi lebih bersih dan modern," pungkas Yodi. (KG/P-2)
Dari total 120 kejadian, terdapat 9 orang yang meninggal dunia di tempat kejadian. Selain itu, 42 mengalami luka berat, dan 69 mengalami luka ringan.
Polres Metro Depok memastikan video viral penampakan pocong di Pasir Putih, Sawangan, adalah hoaks. Warga diminta bijak bermedia sosial.
Sebuah mobil merah terperosok ke lubang septic tank sedalam 3 meter di Jatijajar, Depok. Evakuasi berlangsung dramatis karena keterbatasan ruang garasi.
Banyaknya jumlah RTLH ini berkorelasi langsung dengan faktor ekonomi masyarakat.
Kasus campak di Depok melonjak, dengan 1.365 kasus hingga April 2026. RSUI imbau masyarakat tingkatkan imunisasi dan deteksi dini untuk pencegahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved