Dukung PP Tunas, Pramono Anung Siapkan Pergub Pembatasan Akses Digital Anak Jakarta

Mohamad Farhan Zhuhri
10/4/2026 16:00
Dukung PP Tunas, Pramono Anung Siapkan Pergub Pembatasan Akses Digital Anak Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung(ANTARA FOTO/Reno Esnir)

GUBERNUR DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat terkait perlindungan anak di ruang digital melalui penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub).

Langkah ini merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak, yang mengatur pembatasan akses digital bagi anak di bawah umur.

Pramono menegaskan, keputusan tersebut telah dibahas secara internal, dan Pemprov DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi aturan tersebut di tingkat daerah.

“Kami sudah merapatkan, kami menyetujui dan kami akan membuat Pergub sebagai turunan dari PP tersebut. Karena yang mengonsumsi terbesar di republik ini untuk anak di bawah umur yang telah diatur dalam Tunas tentunya masyarakat DKI Jakarta yang relatif lebih melek terhadap digital,” kata Pramono di Jakarta Pusat, Jumat (10/4).

Menurutnya, tingginya literasi digital masyarakat Jakarta justru membuat anak-anak lebih rentan terhadap paparan konten yang tidak sesuai usia.

Karena itu, intervensi kebijakan dinilai penting untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi generasi muda.

Pramono menegaskan, pihaknya ingin memberikan dukungan konkret terhadap upaya perlindungan anak sekaligus mendorong penggunaan teknologi yang lebih sehat dan produktif.

“Sehingga dengan demikian kami akan memberikan support, dukungan sepenuhnya terhadap hal itu,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya mengarahkan anak-anak untuk memprioritaskan pendidikan.

Ia berharap kebijakan ini tidak hanya menjadi aturan pembatasan, tetapi juga mampu mendorong perubahan perilaku.

“Yang paling utama harapannya anak-anak Jakarta konsentrasi untuk pelajaran-pelajaran yang menjadi inti dari apa yang menjadi beban dia saat ini. Saya yakin anak Jakarta rata-rata punya mimpi tinggi untuk belajar di mana saja,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan agar waktu anak tidak habis untuk aktivitas digital yang kurang produktif.

Menurutnya, energi dan perhatian anak sebaiknya diarahkan untuk memperkuat kapasitas diri melalui belajar.

“Jadi daripada bermain seperti itu, lebih baik berkonsentrasi untuk belajar,” pungkasnya. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya