Percepat Revitalisasi Kota Tua, Jakarta Gabungkan MRT dan KRL Listrik

 Gana Buana
09/4/2026 20:53
Percepat Revitalisasi Kota Tua, Jakarta Gabungkan MRT dan KRL Listrik
Pemprov Jakarta mempercepat proses revitalisasi kawasan Kota Tua.(Antara)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah besar dalam revitalisasi kawasan Kota Tua dengan mengintegrasikan dua moda transportasi massal, MRT dan Kereta Rel Listrik (KRL) yang melintasi wilayah tersebut. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmen untuk mempercepat transformasi Kota Tua menjadi kawasan yang lebih modern tanpa mengorbankan nilai sejarahnya.

“Proyek ini tak hanya menghadirkan MRT yang telah ada, tapi juga KRL listrik yang melintasi Kota Tua. Kami telah membahas hal ini dengan Direktur Utama KAI dan arahan Presiden sudah jelas. Semoga tahun ini bisa selesai dengan baik,” ujar Pramono dilansir dari Antara, Kamis (9/4).

Rencana integrasi ini mencakup pengoperasian jalur KRL listrik sepanjang 16 km pada tahap pertama, dengan rencana pengembangan mencapai 28 km pada tahap berikutnya. Integrasi ini diharapkan akan membawa perubahan signifikan pada wajah Kota Tua yang kini sedang melalui proses revitalisasi besar-besaran.

Dengan adanya jalur transportasi yang lebih modern, kawasan Kota Tua diperkirakan akan mengalami transformasi signifikan dalam hal mobilitas dan kemudahan akses, yang akan mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar serta menarik lebih banyak wisatawan.

Revitalisasi Kota Tua

Selain integrasi transportasi, Pemprov DKI Jakarta juga fokus pada revitalisasi Kota Tua, yang telah dimulai beberapa waktu lalu. Proyek ini bertujuan untuk mengembalikan identitas Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada sejarah dan budaya.

"Revitalisasi ini adalah upaya kami untuk memastikan Kota Tua tetap menjadi ikon Jakarta dengan sentuhan modern,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, yang juga memimpin Tim Revitalisasi Kota Tua.

Dalam perencanaan tersebut, Kota Tua akan dibagi menjadi tiga zona: zona inti, zona pengembangan, dan zona penunjang. Rano menambahkan bahwa fokus utama saat ini adalah pada zona inti yang meliputi sekitar 80 hektare dari total 363 hektare kawasan Kota Tua.

“Zona inti ini mencakup Museum Bahari dan Alun-alun Fatahillah, yang merupakan landmark penting,” tambahnya.

Selain itu, dalam proses revitalisasi ini, Pemprov Jakarta juga menekankan pentingnya pembangunan fasilitas pendukung seperti area parkir yang memadai dan penataan lokasi pedagang kaki lima (PKL). Fasilitas ini diharapkan bisa menciptakan suasana yang lebih rapi dan nyaman bagi pengunjung serta masyarakat sekitar.

Dengan kombinasi antara transportasi modern dan revitalisasi kawasan bersejarah, Kota Tua Jakarta dipastikan akan menyuguhkan pengalaman baru yang lebih menarik dan efisien, sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata yang tetap relevan di era globalisasi. 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya