Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta memastikan bakal terus melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mengantisipasi ancaman hujan ekstrem yang diproyeksikan masih membayangi Ibu Kota hingga beberapa bulan ke depan. Sesuai rencana, intensitas OMC akan diperpanjang setidaknya hingga akhir Januari 2026.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan langkah ini diambil berdasarkan pertimbangan teknis dan koordinasi intensif dengan lembaga terkait.
“Modifikasi cuaca sudah kami lakukan penuh selama satu bulan terakhir dan akan terus dilakukan. Ini berbasis data ilmiah dari BMKG,” ujar Pramono di Jakarta Pusat, Selasa (20/1).
Langkah Strategis
Pramono mengungkapkan, efektivitas OMC telah teruji pada saat puncak hujan akhir pekan lalu. Pemprov DKI bahkan harus melakukan intervensi udara secara masif untuk memecah konsentrasi awan.
Ia mengungkapkan, pada saat puncak hujan akhir pekan lalu, Pemprov DKI bahkan melakukan penerbangan modifikasi cuaca hingga tiga kali untuk menggeser awan hujan. Tanpa langkah tersebut, menurutnya curah hujan diperkirakan akan lebih tinggi.
Alokasi Anggaran
Terkait keberlanjutan program ini, Pramono memastikan bahwa dukungan finansial telah tersedia. Ia menegaskan, anggaran operasi modifikasi cuaca telah dimasukkan dalam APBD DKI Jakarta 2026. Menurut dia, kebijakan ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah menghadapi perubahan iklim global.
“Saya tidak mau mengeluh soal cuaca ekstrem. Ini given. Tugas pemerintah adalah mengatasinya,” tegasnya.
Selain mengandalkan modifikasi cuaca di langit Jakarta, Pemprov DKI juga tetap fokus pada penguatan infrastruktur di darat. Pemantauan kesiapan infrastruktur pengendali banjir terus dilakukan secara berkala, terutama di wilayah pesisir yang rentan terdampak akumulasi hujan ekstrem dan banjir rob. (Far/P-2)
Kemenhut dan BMKG perkuat sinergi hadapi El Nino 2026 melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan integrasi data untuk tekan risiko karhutla di Indonesia.
BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum puncak musim kemarau tiba.
BMKG mencatat 310 titik panas di Riau, didominasi Bengkalis. Sejumlah titik sudah jadi api dengan asap tebal, pemadaman darat dan water bombing terus dilakukan.
BMKG menjelaskan, teknik penyemaian awan dalam OMC tidak menciptakan awan baru, melainkan hanya memicu proses alami pada awan yang sudah jenuh.
Pramono mengatakan, pro dan kontra masyarakat, acap kali terlihat usai mengeluarkan kebijakan, salah satunya penanggulangan banjir yang dijalankan Pemprov DKI.
Penyemaian dilakukan pada area target di perairan utara Jawa Tengah dengan jarak 52–82 nautical mile dari Bandara Ahmad Yani Semarang.
Hujan deras menyebabkan empat tanggul kali di Depok jebol dan memicu banjir. Ribuan kepala keluarga terdampak, penanganan darurat masih berlangsung.
Gubernur DKI Pramono Anung sebut hujan ekstrem picu longsor sampah di TPST Bantargebang yang tewaskan 4 petugas. Aliran Kali Asem ikut tertutup.
Banjir bandang akibat hujan ekstrem di Purbalingga, Jawa Tengah, menewaskan satu warga, melukai satu lainnya, merusak ratusan rumah, dan memaksa ratusan orang mengungsi.
BMKG, TNI AU, dan BPBD DKI Jakarta gelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 16-22 Januari 2026 untuk cegah bencana hidrometeorologi di Jabodetabek.
BMKG tetapkan status SIAGA hujan ekstrem di NTT dan hujan sangat lebat di Jawa pada 19 Januari 2026 akibat Siklon Nokaen dan dua bibit siklon.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved