Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Geologi Kementerian ESDM mengungkapkan gempa berkekuatan magnitudo 4,7 M di sekitaran Bekasi, Karawang, Purwakarta Jawa Barat hingga terasa di Jakarta malam ini, diakibatkan oleh aktivitas Sesar Baribis.
"Analisis parameter sumber gempa bumi menunjukkan bahwa gempa ini diakibatkan oleh sesar naik pada zona Sesar Baribis," kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafid di Bandung, hari ini.
Wafid menjelaskan, lokasi pusat gempa bumi yang terletak pada koordinat 6,52° LS – 107,25° BT di Tenggara Kabupaten Bekasi tersebut, berada di darat dengan morfologi wilayah terdekat didominasi oleh dataran, berombak, bergelombang, hingga pegunungan.
Litologi penyusun wilayah ini terdiri atas batuan sedimen berumur Tersier, batuan gunung api berumur kuarter, serta endapan aluvium berumur Resen. Batuan yang telah mengalami pelapukan dan/atau sedimen permukaan berpotensi memperkuat guncangan gempa bumi.
"Secara umum, kekerasan batuan permukaan dipengaruhi oleh umur dan jenis batuan. Batuan yang berumur lebih muda atau yang telah mengalami pelapukan mempunyai kekerasan lebih rendah begitu juga sebaliknya," ujarnya.
Berdasarkan data tapak lokal (Vs30), wilayah terdekat dengan pusat gempa bumi diklasifikasikan ke dalam kelas tanah C (Tanah Sangat Padat dan Batuan Lunak), kelas tanah D (Tanah Sedang), dan kelas tanah E (Tanah Lunak).
"Keberadaan kelas tanah yang lebih lunak ini berarti bahwa potensi guncangan gempa bumi di area tersebut bisa terasa lebih intens," ucapnya.
Wafid juga mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, gempa bumi ini dirasakan dengan intensitas III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity) di Bekasi, dan III MMI di Purwakarta, Jakarta, Depok, Cikarang, dan Bandung. Daerah ini terletak pada Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi Menengah.
"Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami karena lokasi gempa bumi berpusat di darat," katanya.
Masyarakat, ujar dia, diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, serta jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
Kemudian diharapkan melakukan pemeriksaan mandiri terkait kondisi bangunan setelah terjadi gempa bumi dan mengamati dan mematuhi rambu evakuasi.
"Masyarakat diimbau menjauhi daerah tebing yang berpotensi terjadi gerakan tanah, terutama saat terjadi hujan," ujarnya.
Wafid mengatakan pula, kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak diikuti oleh bahaya ikutan, seperti retakan tanah, penurunan lahan, likuefaksi dan longsoran. Oleh karena itu masyarakat tidak perlu khawatir.
Kemudian bangunan di daerah rawan gempa bumi diharapkan dapat mengikuti kaidah bangunan tahan gempa, guna menghindari risiko kerusakan, serta dilengkapi dengan jalur evakuasi.
Diinformasikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi terjadi pada Rabu ini pukul 19:54:56 WIB dengan pusat gempa bumi terletak pada koordinat 6,52° LS – 107,25° BT, di sebelah tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan magnitudo M4,7 pada kedalaman 10 km.(Ant/P-1)
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
BMKG memprakirakan seluruh wilayah Jakarta akan diguyur hujan pada Rabu sore. Waspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan dan luapan air.
BMKG mengingatkan potensi hujan lebat disertai petir pada siang-sore hingga awal Mei 2026, di tengah suhu panas yang bisa tembus 37°C di sejumlah wilayah.
BMKG memprakirakan Jakarta akan diguyur hujan ringan pada Selasa (28/4). Simak rincian cuaca, suhu, dan kecepatan angin selengkapnya di sini.
RENTETAN kejadian gempa Sesar Lembang tidak bisa langsung disimpulkan sebagai gempa pendahuluan atau Foreshock.
Gempa Karawang 1862 dipicu aktivitas Sesar Baribis, yang kini dikenal sebagai West Java Back Arc Thrust.
BMKG mengaitkan gempa terbaru di Bekasi dengan aktivitas Sesar Baribis—sumber gempa yang sama dengan gempa merusak Karawang, Jawa Barat, pada 1862
GEMPA bumi berkekuatan magnitudo M4,9 yang terjadi di Kabupaten Bekasi, Rabu (20/8) berdampak hingga wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, 41 rumah dilaporkan mengalami kerusakan
PEMERINTAH memperingatkan ancaman potensi gempa bumi dari Sesar Lembang yang membentang sepanjang 29 kilometer di bagian utara Kota Bandung.
GEMPA bumi magnitudo 4,9 di tenggara Bekasi, Jawa Barat, Rabu (20/8) malam dirasakan hingga Bendungan Ir. H. Juanda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved