Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi VII DPR Mulyanto, meminta Pertamina berhati-hati menetapkan harga BBM umum (non subsidi) di tengah gejolak harga minyak mentah dunia dan stabilitas nilai tukar rupiah. Pertamina diminta merumuskan harga jual BBM umum terbaik agar tidak memberatkan masyarakat sekaligus aman bagi keuangan perusahaan.
Wakil Ketua fraksi PKS ini bahkan mendorong Pertamina memertimbangkan menurunkan harga jual BBM umum awal Juli 2024 seperti yang dilakukan beberapa operator SPBU swasta. Hal itu dilakukan karena acuan harga BBM di Mean of Platts Singapore (MOPS) sejak Mei 2024 turun.
“Logikanya kalau operator lain bisa turunkan harga harusnya Pertamina juga bisa. Karena struktur perhitungan harga jual BBM relatif sama,” ungkapnya, Rabu (3/7).
Baca juga : Pertamina Tahan Penaikan Harga BBM
Mulyanto menegaskan harga jual BBM umum mengikuti mekanisme pasar. Karena itu apabila harga minyak mentah dunia turun harusnya harga BBM non subsidi juga turun.
“Meskipun harga minyak dunia ini masih dinamis tapi baiknya Pertamina menyesuaikan harga jual BBM umum secara adil"
Di sisi lain Mulyanto mengajak masyarakat efisien mengkonsumsi BBM. Ia menjelaskan harga jual BBM umum saat ini kemungkinan akan tidak stabil mengikuti fluktuasi harga minyak mentah dunia.
“Meskipun harga-harga BBM umum mulai turun di beberapa SPBU swasta awal Juli ini, masyarakat sebaiknya bijaksana dalam penggunaan BBM karena bisa jadi tanggal 1 Agustus 2024 harga BBM jenis umum tersebut akan kembali naik. Jadi masyarakat jangan jor-joran menggunakan BBM meski harga BBM jenis umum sedang turun. Tetap harus hemat BBM,” tukasnya. (Sru)
Pertamina menegaskan belum ada kenaikan harga BBM per April 2026 dan membantah informasi proyeksi harga yang beredar di publik sebagai tidak resmi.
Namun, khusus harga BBM di SPBU Pertamina tidak mengalami penaikan atau masih sama dengan periode Januari 2024.
Bright Gas 5.5 kg terdapat penyesuaian menjadi Rp90.000 per tabung atau turun Rp6.000, Bright Gas 12 kg dan Elpiji 12 kg menjadi Rp192.000 per tabung atau turun Rp12.000 per tabungnya.
Proyek hilirisasi tahap kedua ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru dengan nilai investasi mencapai Rp116 triliun.
DI tengah meningkatnya dampak perubahan iklim yang semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari, momentum Hari Bumi menjadi pengingat bahwa aksi nyata tidak lagi dapat ditunda.
Di salah satu stasiun pengumpul migas, Nadia Silvia menjalankan tugasnya sebagai operator di Stasiun Pengumpul Bambu Besar Pertamina EP Field Subang.
PT Pertamina mengapresiasi dan mendukung upaya penegakan hukum terhadap penyalahgunaan BBM dan Elpiji. Hal itu dilakukan melalui sinergi bersama aparat penegak hukum.
Jaksa Penuntut Umum menuntut lima terdakwa dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dengan hukuman penjara antara 6 hingga 12 tahun
Pentingnya transparansi pemerintah dalam menjelaskan alasan di balik kebijakan penyesuaian harga tersebut kepada publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved