Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SUHU Madinah yang panas dan kelelahan membuat banyak jemaah haji Indonesia jatuh sakit. Terutama jemaah haji lansia atau jemaah yang berusia 65 tahun ke atas.
Salah satu bagian dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), berperan penting dalam mengawal kesehatan jemaah haji Indonesia sehingga dapat kembali menjalankan ritual ibadah tanpa gangguan.
Koordinator perawat KKHI PPIH Arab Saudi di Madinah, Fitria Hasanudin Madong mengatakan untuk mengawal kesehatan jemaah haji Indonesia, KKHI didukung oleh 33 tenaga kesehatan.
Baca juga : 26 Calon Jemaah Haji Menjalani Perawatan di KKHI
Mereka terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, dan tenaga perawat. Klinik ini beroperasi 24 jam untuk melayani dhuyufurrahman.
Fasilitas yang tersedia di klinik KKHI antara lain rawat inap pelayanan HCU sebanyak 8 unit tempat tidur, pelayanan psikiatri 8 tempat tidur, dan rawat inap 18 tempat tidur, serta pelayanan IGD 10 tempat tidur.
KKHI juga didukung tenaga kesehatan dari mukimin di Arab Saudi. Sejauh ini, pasien didominasi jemaah lansia.
Baca juga : Petugas Kesehatan Kawal Jemaah Haji Indonesia 24 Jam
"Sebagian besar jemaah yang dirawat saat ini adalah jemaah lansia. Jadi segala kebutuhannya kami bantu untuk dipenuhi. Mulai makan, mandi, berpakaian yang dilakukan perawat dan dibantu PPK," ujar Fitria.
Fitria mengatakan KKHI juga menyediakan pelayanan pembekalan dan alat kesehatan, pelayanan laboratorium untuk cek darah, asam urat, dan glukosa darah serta pelayanan sanitasi.
Pelayanan ini juga melibatkan tenaga Kesehatan, mulai dari 18 dokter spesialis, 4 dokter umum, dan 1 dokter gigi.
Baca juga : 320 Peserta Lolos Seleksi Petugas Penyelenggara Haji
Dari data yang diperoleh posko pelayanan KKHI sejak 11 - 15 Mei 2024, KKHI sudah merawat 33 jemaah di IGD, 22 rawat inap, 13 rawat jalan poliklinik, 5 jemaah dirujuk di RS, dan 3 jemaah wafat.
Kasi kesehatan Daker Madinah PPIH Arab Saudi, dr Karmijono mengatakan dari jumlah itu sebanyak 19 pasien masih dirawat di KKHI Madinah.
"Yang rawat inap perempuan ada 6 orang, yang pria 7 orang, kemudian psikiatri 4 orang, dan HCU ada 2 orang. Namun beberapa kemungkinan akan segera kembali ke rombongan karena telah pulih," ujar Kepala KKHI dr Karmijono saat ditemui tim MCH di KKHI Madinah, Kamis (16/5).
Dari hasil diagnosa, rata - rata jemaah lansia mengalami sakit seperti diabetes dan hipertensi, yang dipicu akibat kelelahan selama perjalanan dari tanah air.
"Sebagian itu dengan dimensia dengan komorbitnya itu hipertensi. Jadi, yang utama ada kolaborasi dokter psikiatri dengan penyakit dalam. Kalau rawat inap wanita rata - rata demam karena kecapean. Terus ada juga karena diabetes. Pria juga diabetes dan muntah karena di perjalanan," ujarnya. (Hde)
Tantangan terberat adalah kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang membatasi layanan medik oleh tim rombongan haji perubatan dalam penanganan jemaah yang sakit ataupun rentan.
Kementerian Kesehatan berkomitmen menyelenggarakan pelayanan kesehatan haji tahun 1446 H/2025 M yang prima, terstandar, dan mudah diakses.
Ada 295 jemaah haji dibadalkan lantaran tidak mampu melanjutkan ibadah hajinya karena sakit atau wafat pada musim haji tahun ini.
Jjemaah haji wafat yang dicatat KKHI hingga Rabu (19/6) pukul 16.00 WAS mencapai 40 orang.
kebijakan murur berhasil menekan jumlah jemaah yang sakit atau pun angka kematian akibat serangan gelombang panas yang melanda kawasan Mekah dan sekitarnya selama prosesi puncak haji.
KKHI pos Arafah memaksimalkan upaya penanganan jemaah. Diharapkan seluruh pasien bisa kembali ke kloter masing-masing untuk jalani prosesi puncak ibadah haji.
Hingga 29 April 2026, sebanyak 122 kelompok terbang (kloter) atau 47.834 jemaah telah diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Ia memastikan bahwa kondisi para korban terus dipantau secara intensif oleh petugas, dengan seluruh kebutuhan medis maupun logistik telah terpenuhi.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Di sisi lain, layanan kesehatan di Daerah Kerja Madinah juga terus dioptimalkan. Tercatat 1.373 jemaah menjalani rawat jalan.
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved