Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Anggota Komisi A DPRD Kota Depok Nurhasim, menduga terjadi mark-up anggaran dalam pemberian makanan tambahan (PMT) pencegahan stunting pada balita di Depok. Seperti diketahui, sebelumnya masalah soal menu PMT di Depok memang sempat viral karena dianggap tidak layak, padahal anggarannya mencapai Rp4,9 miliar.
"Hingga sejauh ini tak jelas berapa puluh ribu atau berapa ratus ribu balita stunting di Kota Depok yang dibantu APBN Kementerian Kesehatan RI sebesar Rp4,9 miliar, " kata Nurhasim, Senin (27/11).
Atas indikasi ini, Nurhasim meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun kelapangan mengusut mengenai dana PMT di Depok.
"KPK saatnya mengusut dugaan korupsi bantuan Kementerian Kesehatan RI Rp4,9 miliar tersebut, " paparnya.
Baca juga: Diprotes Publik karena tidak Layak, PMT di Depok Dihentikan Sementara
Nurhasim mengingatkan agar validasi data stunting harus lebih detail sesuai dengan By Name dan By Address menggunakan Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM), jangan hanya menggunakan data sampling.
“Ini tentu sangat penting, supaya tidak terjadi pemutarbalikan fakta, aturan, dan penyimpangan anggaran,” ujarnya.
Dikatakan, salah satunya penyimpangan anggaran pencegahan stunting terjadi pada pembuatan logo yang bergambar Wali Kota Depok Muhammad Idris dan Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono pada bungkus PMT. Bahwa seolah-olah bantuan PMT pencegahan stunting pada balita uangnya dari saku mereka, padahal dari APBN.
Baca juga: Keberadaan Juru Parkir Liar di Depok Meresahkan Warga
"Logo PTM bergambar wali kota dan wakil wali kota bernominal Rp10 ribu ini tak boleh ada terpasang pada kotak menu stunting. Karena bukan dari APBD Kota Depok, " tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Depok Mary Liziwaty mengatakan program PMT mengatasi stunting pada balita telah kembali dilanjutkan setelah tiga hari berhenti tiga hari.
"Terhitung mulai hari ini (27/11) PMT pada balita stunting di Kota Depok dilanjutkan dan akan terus dievaluasi. Hari ini kembali dilanjutkan dengan pengawasan ekstra," katanya.
Disampaikan, pihaknya bakal mengevaluasi PMT yang diberikan kepada balita stunting. Evaluasi itu dilakukan agar PMT yang diberikan kepada balita tetap layak konsumsi.
"Pemberian makanan tambahan sudah dimulai sejak hari ini (27/11), puskesmas sudah siap menghandle pemberian makanan tambahan tersebut," ungkap Mary.
Saat berusaha dikonfirmasi dan dimintai tanggapan terkait adanya dugaan mark-up anggaran yang disebutkan anggota DPRD, dirinya tidak merespon.
(Z-9)
Kemenkes RI luncurkan Konsorsium 1000 HPK bersama Rabu Biru Foundation untuk mengintegrasikan intervensi kesehatan ibu dan anak demi target Indonesia Emas 2045.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat prevalensi stunting di wilayah tersebut berada di kisaran 26,1 persen dan ditargetkan turun sebesar lima persen pada 2026.
Studi IHDC mengungkap hubungan signifikan antara stunting, anemia, dan rendahnya kemampuan working memory pada anak usia sekolah di Indonesia.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan targetkan angka stunting turun ke 7% pada 2026 melalui kolaborasi stakeholder dan penguatan peran SPPG.
IDAI ingatkan orangtua mengenai pentingnya kurva pertumbuhan untuk pantau tumbuh kembang anak secara akurat dan cegah salah diagnosis stunting.
Presiden INA Dr. dr. Luciana B. Sutanto menekankan pentingnya protein dan zat besi untuk kecerdasan anak serta pencegahan stunting dan anemia.
Balita di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, Alami Stunting
Sebagai perbandingan, pada tahun sebelumnya 2024, prevalensi tengkes Riau berdasarkan survei Kementerian Kesehatan masih berada di angka 20,1 persen.
Salah satu solusi yang kini banyak dikenalkan dalam upaya mengatasi stunting ialah pemanfaatan daun kelor (moringa oleifera) yang memiliki kandungan gizi tinggi seperti protein, dan vitamin A
Kabupaten Tuban berhasil menurunkan angka stunting sebesar 7,1% dari yang semula 24,9% di tahun 2022 menjadi 17,8% di tahun 2023
Pembiayaan program pembangunan di bidang pangan dan gizi harus memiliki nilai yang signifikan dan terjamin keberlanjutannya.
RPJMN menargetkan prevalensi stunting alias tengkes tinggal 14% pada 2024. Namun progres penurunan belakangan kurang signifikan, bahkan nyaris stagnan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved