Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKERASAN seksual yang dialami gadis di bawah umur kian memprihatinkan. Di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, seorang gadis berusia 13 tahun digilir lima orang rekannya yang juga masih pelajar.
Sebelum digilir, para pelaku memaksa korban menenggak minuman keras (miras) hingga tak sadarkan diri. Ironisnya, meski telah dilaporkan ke polisi, namun kelima pelaku masih bebas berkeliaran dan belum diamankan.
NM, gadis berusia 13 tahun, asal Astanajapura, Kabupaten Cirebon, itu hanya bisa menundukan kepalanya akibat trauma yang mendalam saat ditemui di kantor bantuan hukum, Kabupaten Cirebon.
NM menjadi korban tindak kekerasan seksual yang dilakukan oleh lima rekannya yang juga masih di bawah umur. Akibatnya, NM pun kerap melamun dan menangis sendiri ketika ingat dengan peristiwa yang menimpanya.
Peristiwa tragis yang menimpa korban terjadi pada pertengahan April lalu. Saat itu, NM yang hendak membeli pulsa mendadak ditelepon salah seorang pelaku.
Tak memiliki pikiran negatif, NM pun mengikuti ajakan temannya untuk bertemu di bawah kolong jembatan tol Mertapada. Tetapi sesampai di jembatan bawah tol, telah menunggu empat orang yang tak dikenalnya dan kawan NM yang meneleponnya.
Menurut pengakuan NM, dia dipaksa memimun miras hingga mabuk. Ketika mabuk itulah korban diperkosa secara bergiliran oleh lima orang rekannya itu.
Usai diperkosa, korban yang masih tak sadarkan diri lalu diantar pelaku ke tetangganya. Pihak keluarga yang shocked melihat keadaan korban, langsung melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian.
Namun, meski telah dilaporkan sejak 25 april lalu, para tersangka yang masih pelajar itu hingga kini masih bebas berkeliaran dan belum ada upaya penangkapan dari pihak kepolisian.
Hingga saat ini, trauma mendalam masih dirasakan bunga dan kerap merasakan sakit pada kemaluanya. Keluarga berharap pihak kepolisian segera bertindak dan menangkap para pelaku yang telah merampas masa depan.(Metro TV/ X-11)
Selain cabai rawit merah, harga cabai merah besar berada di kisaran Rp48.750 per kilogram dan cabai merah keriting Rp46.750 per kilogram.
Di pasar tradisional seperti Pasar Penuin Wet Market dan Pasar Mitra Raya, harga cabai rawit mencapai kisaran Rp80.000 hingga Rp100.000 per kilogram.
Berdasarkan hasil monitoring di Pasar Pelita dan Tipar Gede, harga komoditas yang cenderung masih stabil antara lain beras.
Sejumlah pedagang menyebutkan bahwa kenaikan harga ini sudah terjadi sejak awal tahun 2026 dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Harga ayam yang sempat mencapai lebih dari Rp50 ribu per kilogram pada saat lebaran, dalam tiga hari terakhir sudah turun ke harga Rp35 ribu per kilogram.
Selain cabai merah, komoditas lain juga turun harga. Di antaranya, telur ayam ras turun Rp133 dari Rp29.735 menjadi Rp29.602/kg, cabai rawit turun Rp2.484 dari Rp43.834 menjadi Rp41.350/kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved