Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRI menyampaikan pagu anggaran yang dibutuhkan selama 2021 mencapai Rp100.500.151.565.
"Ditetapkan pagu indikatif Polri 2021 sebesar Rp100.500.151.565," kata Wakil Kepala Polri (Wakapolri) Komjen Gatot Eddy dalam rapat kerja bersama Komisi III di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6).
Baca juga: Kebijakan Terkait Covid-19 Diambil dengan Pertimbangan Matang
Mantan Kapolda Metro Jaya itu menyampaikan, sebelumnya Polri mengajukan anggaran 2021 sebanyak Rp125.959.231.687. Namun, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hanya menyetujui Rp100.500.151.565.
"Berkurang sebesar Rp25.459.080.122 atau 20,21% dari usulan kebutuhan anggaran Polri 2021," ungkap dia.
Baca juga: Istana Akui Kekurangan Anggaran Hadapi Covid-19
Gatot menjelaskan, anggaran sebesar Rp100 triliun lebih itu kemudian dibagi ke tiga program belanja. Yakni, belanja pegawai (Rp53.977.635.143), barang (Rp28.220.591.137), dan modal (Rp18.301.925.285).
Selain itu, Gatot menjelaskan sumber anggaran berasal dari beberapa bentuk. Di antaranya, rupiah murni; Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP); pinjaman dan hibah luar negeri; dan lain sebagainya. (X-15)
Ekonom Indef menilai optimisme pemerintah soal fiskal perlu diimbangi konsolidasi konkret agar APBN tetap kuat menghadapi tekanan global jangka panjang.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Presiden menegaskan, besarnya nilai aset yang berhasil diselamatkan itu berpotensi memberikan dampak besar bagi pembangunan nasional.
Ibas juga menyoroti perlunya keseimbangan antara menjaga kesehatan postur APBN dan kewajiban negara dalam memberikan perlindungan sosial.
DPR mempertanyakan kekuatan APBN menghadapi lonjakan harga minyak dunia. Dolfie menyebut potensi tambahan subsidi bisa mencapai Rp204 triliun.
Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet ingatkan risiko APBN jika subsidi BBM bengkak. Pemerintah siapkan SAL Rp420 triliun sebagai bantalan fiskal hingga 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved