Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DATA DInas Kesehatan DKI jakarta mencatat adanya peningkatan jumlah kasus penyakuit infeski saluran pernapasan akut (ISPA0 sepanjang 5 bulan terakhir mencapai 905.207 kasus.
Meski demikian, Kepala Dinas Kesehatan DKi Jakarta Widyastuti menegaskan, tingginya jumlah kasus ISPA bukan disebabkan oleh polusi udara di wilayah ibu kota.
Ia menjelaskan, jumlah kasus ISPA di DKI memiliki pola meningkat di triwulan 1, menurun di triwulan 2, dan meningkat kembali di triwulan 3.
Ia menyebutkan, pada triwulan 2 saat cuaca menghadapi musim kemarau dengan keadaan polusi yang memburuk justru jumlah kasus ISPA menurun.
Baca juga : Kualitas Udara Jakarta Memburuk, Pemerintah Diminta Ambil Upaya
""Penyebab kejadian ISPA bersifat multikausal, bukan hanya disebabkan polusi udara. Hal ini terlihat dari tren penurunan jumlah kasus di Triwulan II di mana menurut prediksi BMKG, DKI Jakarta mengalami musim kemarau dan konsentrasi polutan terakumulasi di udara. Karena itu, perlu dilakukan pencegahan dan pengendalian di faktor penyebab kejadian ISPA lainnya," ujar Widyastuti dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/7).
Berbagai upaya telah dilakukan oleh Dinkes DKI dengan memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat agar terhindar dari penyakit ISPA.
"Dinkes memberikan himbauan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah dan melakukan pengolahan sampah dengan benar, menjauhi rokok terkhusus dari anak-anak. Sebab, anak-anak rentan berisiko terkena serangan asma berat dan sindrom kematian bayi mendadak (Sudden Infant Death Syndrome)," ujarnya.
Dalam pencegahan warga dari asap rokok ini, Dinkes telah memfasilitasi masyarakat dengan menyediakan program 'Stop Rokok' melalui kunjungan ke Klinik Upaya Berhenti Merokok (UBM) yang terdapat di 12 puskesmas.
"Lalu biasakan hidup sehat dan gunakan masker saat keluar rumah," terangnya. (OL-7)
Pendekatan life-course immunization menjadi fokus utama di IVAXCON 2026 untuk memperkuat perlindungan kesehatan dari bayi hingga lansia dan melawan misinformasi.
Bertambahnya suhu bumi membuat kuman maupun virus bisa bertumbuh dengan lebih subur sehigga cukup berbahaya pada anak yang belum terproteksi dengan imunisasi rutin.
Dokter spesialis kedokteran olahraga dr Andi Kurniawan Sp.KO ingatkan jemaah haji waspadai risiko diabetes, hipertensi, hingga jantung akibat cuaca ekstrem.
Berdasarkan data Kemenkes, grafik kasus campak sempat melonjak tajam pada pekan pertama Januari 2026 dengan total 2.220 kasus.
Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan atau gaya hidup. Ini penyakit kronis yang risikonya besar terhadap kesehatan.
Kemenkes menyebut terdapat 3 penyakit yang banyak ditemukan pada pemudik lebaran 2026 yakni hipertensi (darah tinggi), cephalgia (nyeri kepala), dan gastritis (maag).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved