Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah tingginya tuntutan era modern, perempuan sering kali rentan terjebak dalam kelelahan emosional demi memenuhi ekspektasi lingkungan. Menjawab tantangan tersebut, komunitas Dermaga Diri berkolaborasi dengan Nadi Jiwa hari ini sukses menggelar kegiatan Intimate Journaling bersama komunitas perempuan. Bertempat di Power Space, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, perhelatan yang digagas dalam rangka merayakan Hari Kartini 2026 ini mengangkat tema yang sangat reflektif: "Untuk Kartini yang Lelah Menyenangkan Semua Orang".
Kegiatan yang berlangsung hangat dari pukul 15.00 hingga 18.00 WIB ini dirancang khusus sebagai ruang aman untuk memanajemen kesehatan mental perempuan. Fokus utamanya adalah memberikan edukasi dan kesadaran agar perempuan berani melepaskan kebiasaan menjadi people pleaser (selalu berusaha memuaskan orang lain dengan mengorbankan diri sendiri).
Sesi ini dipandu langsung oleh pakar di bidangnya, yakni Psikolog dari Nadi Jiwa, Serrena Chayadhy M.Psi., Psikolog, CH., CHT, serta Rakhmat Hidayat M.Psi., Psikolog, CH., CHT. Keduanya membimbing para peserta untuk menelusuri akar kelelahan mental mereka dan bagaimana membangun batasan diri (personal boundaries) yang sehat.
Pemilihan Power Space Indonesia di bilangan Jakarta Selatan sebagai lokasi acara juga sejalan dengan semangat kesejahteraan mental yang diusung. Lebih dari sekadar tempat bekerja, Power Space hadir sebagai penyedia layanan virtual office dan ruang kerja jarak jauh (remote workspace) yang modern dan suportif. Tempat ini terbuka bagi siapa pun, baik pekerja lepas, pengusaha, maupun profesional yang ingin menemukan keseimbangan antara produktivitas bekerja dan ketenangan kehidupan sehari-hari (work-life balance). Atmosfernya yang nyaman menjadikannya ruang yang sempurna bagi para peserta untuk jeda sejenak dari hiruk-pikuk rutinitas luar dan berefleksi ke dalam diri.
Sebagai metode utama dalam acara ini, journaling diperkenalkan bukan sekadar sebagai aktivitas menulis buku harian biasa. Journaling adalah proses menuangkan pikiran, perasaan, dan kecemasan secara jujur ke atas kertas tanpa filter. Bagi perempuan, praktik ini merupakan
alat terapeutik yang memiliki dampak signifikan:
Pendekatan psikologis melalui journaling ini sejalan dengan fondasi berdirinya Dermaga Diri. Sebagai sebuah wadah komunitas, Dermaga Diri memiliki fokus utama pada pemberian edukasi dan mentoring berkelanjutan bagi perempuan. Melalui berbagai perancangan program
dan acara, Dermaga Diri berkomitmen menciptakan support system yang memfasilitasi perempuan untuk saling menguatkan, belajar merawat kesehatan mental, dan mengembangkan potensi diri mereka secara optimal.
Acara yang berdampak besar ini dapat terwujud berkat dukungan penuh dari berbagai mitra yang memiliki visi selaras terhadap kesejahteraan perempuan. Acara ini didukung oleh Melanox, Hotel Tentrem Jakarta, dan Hotel Ibis Styles Serpong BSD City.
Tidak hanya itu, untuk mengamplifikasi pesan positif ini agar menjangkau audiens yang lebih luas, Dermaga Diri turut menggandeng Media Indonesia melalui rubrik dan komunitas perempuannya, Jelita, sebagai media partner resmi. Sinergi ini membuktikan bahwa
pemberdayaan perempuan dan kepedulian terhadap kesehatan mental membutuhkan kolaborasi erat dari berbagai pihak. (H-2)
Psikolog Ratih Ibrahim memperingatkan risiko PTSD pada korban kecelakaan kereta api. Simak gejala, faktor risiko, dan pentingnya penanganan dini di sini.
Penelitian terbaru mengungkap konsep 'affective tactile memory'. Ternyata, tubuh kita merekam sentuhan bermakna sebagai sensasi fisik yang membentuk rasa aman seumur hidup.
Psikolog Ratih Ibrahim menjelaskan pentingnya resiliensi dan dukungan keluarga bagi korban kecelakaan kereta api untuk pulih dari trauma psikologis.
Ia juga mengingatkan bahwa menghindari sepenuhnya stimulus yang berkaitan dengan trauma dalam jangka panjang dapat menghambat proses pemulihan.
Ia menjelaskan, gejala yang muncul bisa beragam, seperti perasaan cemas berlebihan, jantung berdebar saat berada di keramaian.
Masalah emosi dan perilaku pada anak usia dini kerap kali dipersepsikan sebagai fase perkembangan yang wajar.
Paparan berulang terhadap konten bencana, baik berupa gambar, video, maupun narasi emosional, dapat memicu respon stres yang serupa dengan mereka yang mengalami peristiwa tersebut.
Paparan berita negatif berlebihan dapat berdampak pada kesehatan mental. Psikolog menjelaskan risiko vicarious trauma dan cara mencegahnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved