Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIARE merupakan penyakit umum yang diderita kebanyakan orang dari waktu ke waktu. Hal ini ditandai dengan buang air besar yang cair dan sering disertai sakit perut atau kram.
Diare memiliki nama yang berbeda-beda tergantung durasinya. Diare akut biasa berlangsung satu sampai dua hari, diare persisten berlangsung sekitar dua sampai empat minggu, dan diare kronis biasa berlangsung lebih dari 4 minggu atau terjadi berulang kali.
Hal ini sangat umum dan memengaruhi orang-orang dari segala usia. Kebanyakan orang dewasa mengalami diare akut setahun sekali. Namun anak-anak lebih mungkin mengalami diare dua kali setahun.
Baca juga : 7 Makanan yang Wajib Dikonsumsi Ibu Hamil
Saat ini, penyebab utama diare adalah virus yang menyerang usus (gastroenteritis). Namun diare bisa disebabkan berbagai hal, antara lain infeksi, keracunan makanan, dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
Daging putih tanpa lemak merupakan sumber protein hewani yang mudah dicerna. Oleh karena itu, makanan ini dinilai aman untuk diare.
Selain daging ayam putih, Anda juga bisa mengonsumsi ikan dan kalkun. Namun, kehati-hatian harus diberikan saat memasak. Jangan menggunakan terlalu banyak bumbu atau penyedap rasa.
Baca juga : 6 Makanan Pilihan untuk Menangkal Ancaman Kanker Serviks
Kotoran cair yang keluar saat diare disebabkan oleh pergerakan saluran cerna yang cepat. Jika ingin mengatasinya, Anda perlu mengembalikan pergerakan perut.
Telur merupakan salah satu makanan yang dapat membantu mengembalikan pergerakan menjadi lebih normal. Namun, ada beberapa syarat yang perlu Anda perhatikan jika ingin mencapai hasil maksimal.
Bila telur diambil untuk mengobati diare, sebaiknya dilakukan tanpa bahan tambahan. Paling enak dimakan sebagai telur rebus dan disarankan untuk tidak mengonsumsi telur yang dicampur mentega atau minyak jika Anda mengalami diare.
Baca juga : Lingkungan yang Mendukung Kunci Penanggulangan Obesitas Anak
Jika Anda sedang diare, sebaiknya Anda tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi serat. Namun, ada beberapa buah yang efektif melawan diare. Dua di antarnaya pisang dan apel.
Kedua buah tersebut mengandung pektin, sejenis serat larut yang membantu mengeraskan feses. Sebaliknya, kombinasi karbohidrat dan gula yang terdapat pada pisang dan apel dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
Diare bisa menimbulkan gejala sering buang air besar, jadi kedua buah ini bisa menjadi solusi untuk mengisi kembali energi yang terbuang. Selain itu, pisang mengandung potasium, yang membantu mengisi kembali cairan elektrolit tubuh yang hilang akibat buang-buang air besar. Untuk melancarkan pencernaan, makanlah apel dan pisang dalam bentuk yang dihaluskan.
Baca juga : Waspadai Diare selama Liburan
Untuk mencegah gejala diare semakin parah, hindari mengonsumsi makanan dengan bumbu atau berempah yang kuat.
Rempah-rempah seperti cabai, bawang putih, dan merica, serta bumbu seperti garam, jeruk nipis, santan, dan cuka juga dapat mengiritasi lambung. Oleh karena itu, jenis makanan yang dianjurkan untuk penderita diare adalah yang hambar rasanya.
Pilihan makanan terbaik lainnya adalah roti tawar. Rasa rotinya yang ringan tidak menimbulkan rasa mual saat disantap. Makanan anti diare ini memiliki tekstur yang halus dan cepat dicerna sehingga cocok untuk sistem pencernaan yang mengalami peradangan.
Terakhir, jika Anda menderita diare, sebaiknya hindari makanan tinggi serat untuk menenangkan gangguan usus Anda. Makanan dengan kandungan serat yang tinggi, untuk pencernaan membuat usus yang terinfeksi bekerja lebih keras sehingga memperparah gejala diare.
Serat menghasilkan gas ketika diproses oleh bakteri yang hidup di usus. Penumpukan gas di perut bisa menyebabkan kembung dan buang-buang angin. Pilihlah makanan tinggi karbohidrat namun rendah serat, seperti nasi putih untuk meredakan gejala diare. Nasi putih mudah dicerna sehingga usus tidak perlu bekerja keras untuk mengubahnya menjadi glukosa (gula darah). (Z-3)
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
PPIH Arab Saudi pastikan konsumsi jemaah haji 2026 sesuai standar gizi lewat meal test harian, dengan peningkatan porsi dan imbauan batas waktu makan yang ketat.
PEMERINTAH mewajibkan seluruh produk pada kategori tertentu yang beredar di Indonesia wajib bersertifikat halal paling lambat 17 Oktober 2026.
Brain fog merupakan gambaran umum dari penurunan kemampuan kognitif yang kerap dipicu oleh stres, perubahan hormon, hingga efek pascainfeksi.
Masyarakat cenderung merasa tidak enak hati jika makanan yang disajikan untuk tamu habis di tengah acara. Akibatnya, porsi makanan sengaja dilebihkan secara masif.
Makanan yang mudah dicerna tidak hanya bermanfaat saat sakit, tetapi juga dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan sehari-hari.
Pemilihan nutrisi yang memiliki efek antiinflamasi dan antioksidatif menjadi kunci utama dalam menjaga keremajaan tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved