Tim Gabungan Gelar Simulasi Hadapi Bencana Megathrust, Kebakaran dan krisis air bersih

Kristiadi
28/4/2026 18:40
Tim Gabungan Gelar Simulasi Hadapi Bencana Megathrust, Kebakaran dan krisis air bersih
Aparat gabungan menggelar simulasi menghadapi ancaman bencana di Kabupaten Tasikmalaya(MI/KRISTIADI)

APARAT gabungan TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), instansi pemerintah, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Palang Merah Indonesia (PMI), dan mahasiswa melakukan apel kesiapsiagaan menghadapi bencana megathrust, krisis air bersih dan kebakaran di Kabupaten Tasikmalaya.

Apel dilakukan di lapang upacara Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. Pada kesempatan itu juga digelar simulasi melibatkan pelajar sekolah dasar termasuk masyarakat setempat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS mengatakan, musim kemarau 2026 diperkirakan lebih kering berdurasi lebih lama. Untuk itu, kesiapsiagaan harus digelar tim gabungan.

"Apel kesiapsiagaan dan simulasi bencana digelar di Kecamatan Cigalontang lantaran daerah ini masuk pada zona krisis air bersih,  longsor, gempa bumi dan banjir. Berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Mei memasuki musim kering hingga puncaknya akan terjadi pada Juli-Agustus," ungkapnya, Selasa (28/4).

Menurut dia, BPBD akan selalu berupaya melakukan koordinasi lintas Instansi mulai dari TNI, Polri, kecamatan, dan desa. Pihaknya juga melakukn inventarisasi sumber mata yang dapat dimanfaatkan di beberapa lokasi saat kemarau panjang.
 
Selain itu, Dinas Pertanian masih harus mengecek kondisi 1.000 pompa air, apakah masih berfungsi atau tidak.

"Kami masih menunggu laporan instansi yang mendata sumber mata air dan bantuan sumur bor. Langkah ini untuk antisipasi pencegahan, saat krisis air melanda masyarakat," tambah Roni.

Sementara itu, Komandan Kodim 0612 Tasikmalaya, Letkol Czi M Imvan Ibrahim mengatakan, apel kesiapsiagaan mitigasi bencana bertujuan agar tim gabungan siap menghadapi kemarau. "TNI selalu mendukung bila diminta bantuan."

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner