Hadapi Kemarau, BPBD Purwakarta Siapkan Mitigasi

Reza Sunarya
28/4/2026 18:37
Hadapi Kemarau, BPBD Purwakarta Siapkan Mitigasi
BPBD Purwakarta dan instansi terkait bersiap melakukan mitigasi menghadapi ancaman kemarau(MI/REZA SUNARYA)

MENGHADAPI potensi kemarau panjang, BPBD Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menyiapkan langkah antisipasi. Di antaranya , distribusi air bersih menggunakan tangki berkapasitas 2.000 liter serta pengajuan bantuan tambahan tangki ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Wilayah utara Purwakarta seperti Babakancikao, Bungursari, dan Cibatu diprediksi menjadi daerah yang paling rawan terdampak kekeringan. Sementara wilayah selatan relatif masih memiliki cadangan air, namun tetap perlu diantisipasi sejak dini.

Untuk mengantisipasi Kekeringan, BPBD Kabupaten Purwakarta menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, salah satunya menyiapkan air bersih yang nantinya disalurkan kepada warga di wilayah yang dilanda kekeringan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta, Sri Jaya Midan menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam mitigasi bencana, terutama menjelang musim kemarau yang diperkirakan mulai pada Mei berdasarkan informasi dari BMKG.

“Kesiapsiagaan tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga masyarakat. Banyak kejadian bencana dipicu oleh kelalaian atau kebiasaan yang kurang tepat,” katanya, Selasa (28/4).

Menurut dia, sejumlah wilayah di Kabupaten Purwakarta terutama Kecamatan Babakancikao, Bungursari, dan Kecamatan Cibatu, menjadi daerah yang paling rawan terdampak kekeringan. Sementara Kecamatan Pasawahan, Wanayasa, Bojong dan Kiarapedes, masih memiliki cadangan air, namun tetap perlu diantisipasi sejak dini.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Purwakarta Heryadi Erlan menjelaskan bahwa menghadapi potensi kemarau panjang, BPBD telah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk distribusi air bersih.

Dia mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

“Musim kemarau juga berpotensi memicu angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang. Ini perlu diantisipasi bersama,” tandasnya.

BPBD Purwakarta berharap kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat semakin meningkat, sehingga risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner