Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BELAKANGAN ini, aktivitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto sering menjadi bahan pembicaraan publik. Kunjungan bilateral, keikutsertaan dalam forum internasional, sampai pertemuan dengan berbagai kepala negara selalu muncul di media.
Respons publik tidak selalu positif. Di media sosial, muncul pertanyaan yang berulang: “Kenapa presiden sering banget ke luar negeri?” atau bahkan “Emang hasilnya apa?”
Pertanyaan seperti itu dinilai wajar. Diplomasi memang sering terlihat abstrak karena hasilnya tidak selalu langsung terasa seperti pembangunan jalan atau bantuan sosial.
Padahal, dalam situasi global hari ini, justru aktivitas diplomasi menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga posisi Indonesia.
Dalam sekitar satu setengah tahun pemerintahan berjalan, Presiden Prabowo tercatat melakukan puluhan kunjungan luar negeri. Intensitas ini menunjukkan bahwa Indonesia sedang mencoba tampil lebih aktif di panggung global.
Fenomena tersebut juga menjadi salah satu pembahasan dalam diskusi IR Youth Talks yang diselenggarakan oleh Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia di Kampus Universitas Indonesia, di Depok, Jawa Barat.
Anggy Pasaribu, jurnalis sekaligus founder Story of Anggy yang menjadi moderator dalam diskusi tersebut, menilai ada jarak antara aktivitas diplomasi pemerintah dengan pemahaman publik. Masyarakat sebenarnya melihat Indonesia semakin aktif, tetapi banyak yang tidak mendapatkan konteks mengenai apa yang sedang dikerjakan dan mengapa hal tersebut penting.
"Kalau melihat situasi global saat ini, dunia memang sedang tidak baik-baik saja. Kompetisi antar-negara besar semakin terbuka. Rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok terus melebar, perang Rusia-Ukraina belum benar-benar selesai. Sementara konflik di Timur Tengah ikut memengaruhi ekonomi global," ungkapnya.
Dampaknya, lanjut dia, bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Harga energi, rantai pasok, stabilitas ekonomi, bahkan peluang kerja bisa ikut terdampak.
Tetap aktif
Dalam pemaparannya, Brigjen TNI Aloysius Nugroho Santoso dari Lemhannas menjelaskan bahwa fragmentasi geopolitik global memang semakin terasa dan risikonya makin langsung mengenai negara-negara berkembang seperti Indonesia. Karena itu, Indonesia tidak punya banyak pilihan selain tetap aktif membaca situasi dan menjaga relasi dengan banyak pihak sekaligus.
"Di sinilah pendekatan politik luar negeri Indonesia menjadi menarik. Indonesia tetap mempertahankan prinsip bebas aktif, tetapi dalam praktiknya semakin terlihat menggunakan pendekatan yang fleksibel," tandasnya.
Dalam kajian hubungan internasional, ungkap dia, pendekatan seperti ini sering disebut sebagai hedging, menjaga hubungan dengan berbagai kekuatan tanpa sepenuhnya masuk ke satu kubu tertentu.
Pada kesempatan yang sama, Broto Wardoyo, Ketua Departemen Hubungan Internasional UI, menjelaskan bahwa pendekatan tersebut sekarang berkembang menjadi resilience-based hedging. Bukan hanya menjaga fleksibilitas eksternal, tetapi juga memperkuat kapasitas domestik agar Indonesia tidak mudah terdampak oleh gejolak global.
Karena itu, keterlibatan Indonesia di berbagai forum seperti G20, ASEAN, maupun BRICS sebenarnya bukan sekadar soal “ikut kumpul internasional.”
"Ada kepentingan strategis yang sedang dimainkan, yaitu menjaga ruang gerak Indonesia di tengah kompetisi global yang semakin keras.
Masalahnya, strategi ini tidak selalu tersampaikan dengan baik ke publik," jelasnya.
Yang sering terlihat di media, lanjut dia, hanya potongan-potongan aktivitas: foto pertemuan, agenda kunjungan, atau seremoni diplomatik. Sementara penjelasan mengenai tujuan strategisnya sering kali minim. Akibatnya, publik lebih mudah melihat diplomasi sebagai aktivitas seremonial dibanding sebagai bagian dari strategi negara.
Berhenti di level elite
Menurut Anggy, persoalannya bukan karena Indonesia tidak punya strategi, tetapi karena strateginya sering berhenti di level elite. Bahasa diplomasi kadang terlalu teknokratis dan jauh dari cara publik memahami isu sehari-hari.
Padahal di era digital, narasi menjadi sangat penting. Informasi yang tidak dijelaskan dengan baik akan mudah dikalahkan oleh opini yang lebih sederhana, lebih emosional, dan lebih mudah viral. Karena itu, komunikasi publik seharusnya tidak diposisikan sebagai pelengkap kebijakan luar negeri, tetapi menjadi bagian dari diplomasi itu sendiri.
"Pemerintah tentu membutuhkan juru bicara yang mampu menjelaskan bukan hanya “apa” yang dilakukan, tetapi juga “kenapa” langkah tersebut penting bagi masyarakat. Penjelasan mengenai dampak diplomasi terhadap ekonomi, keamanan, investasi, atau bahkan kehidupan sehari-hari perlu disampaikan dengan lebih konsisten dan lebih mudah dipahami," tandasnya.
Hal yang sama juga berlaku di media sosial. Kehadiran digital negara tidak cukup hanya ramai, tetapi juga harus substantif. Narasi yang terlalu defensif atau sekadar mengandalkan pendengung justru berisiko menciptakan polarisasi tanpa memperjelas substansi kebijakan.
Pada akhirnya, tantangan diplomasi Indonesia hari ini bukan hanya menghadapi dunia yang semakin kompetitif. Tantangannya juga bagaimana menjelaskan kepada publik bahwa langkah-langkah tersebut memang diperlukan. Sebab diplomasi yang baik bukan hanya soal diterima dunia internasional, tetapi juga dipahami oleh masyarakatnya sendiri.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon menetapkan empat kecamatan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.
Komunikasi berkualitas merupakan kunci utama dalam membentuk ketahanan keluarga yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar.
Dari total 120 kejadian, terdapat 9 orang yang meninggal dunia di tempat kejadian. Selain itu, 42 mengalami luka berat, dan 69 mengalami luka ringan.
Program vaksinasi campak menyasar 1.328 tenaga medis dan tenaga kesehatan terutama yang memiliki kontak langsung dengan pasien
Perawatan luka di Indonesia semakin kompleks. Beberapa solusi yang sudah ada belum sepenuhnya dirancang sesuai dengan kondisi nyata yang dihadapi tenaga kesehatan
Kerusakan TPT menjadi atensi. Sebab, posisinya cukup krusial terhadap kelancaran pasokan air ke lahan pertanian.
Saat ini terdapat 175 perlintasan sebidang, sebanyak 133 di antaranya dijaga oleh petugas, baik dari KAI, pemerintah daerah, maupun swadaya masyarakat.
Tanah longsor terjadi di sejumlah titik yang menghambat jalur masuk pengunjung.
Bandung sebagai salah satu kota dengan dinamika urban yang tinggi memiliki potensi besar dalam perkembangan kendaraan listrik di Indonesia
Warga Dusun Ciharashas dan Dusun Cijambe, Desa Caringin, dapat menikmati akses yang lebih aman dan layak setelah diresmikannya Jembatan Amanah
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat akan menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi pada Senin (27/4) malam.
TAMAN bumi (geopark) Ciletuh-Palabuhanratu di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali dinobatkan sebagai UNESCO Global Geopark.
Ditargetkan seluruh desa memiliki koperasi desa baik di wilayah perkotaan maupun kawasan selatan Bandung Barat.
Perombakan pengurus ini menjadi sinyal kuat perseroan untuk memantapkan strategi pertumbuhan dan transformasi digital
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menggencarkan aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di seluruh lingkungan masyarakat.
Acara ini diselenggarakan di Ballroom voco Bandung Setiabudi pada Senin (27/4), sebagai platform untuk menghormati warisan RA Kartini
SELAIN membatalkan perjalanan, penumpang yang terdampak kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4) kemarin bisa membatalkan atau menukar tiket dengan kereta lainnya.
Untuk perbaikan rutilahu tersebut,Pemkab Cirebon sudah mengalokasikan anggaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved