Dua Pasangan Pengantin di Purwakarta Ikut Program Nikah Hemat

Reza Surnaya
27/4/2026 18:05
Dua Pasangan Pengantin di Purwakarta Ikut Program Nikah Hemat
Pasangan pengantin ikuti program Nikah Hemat yang disaksikan Bupati Purwakarta.(MI/Reza Sunarya)

PEMKAB Kabupaten Purwakarta dan Kementerian Agama (Kemenag) Purwakarta menggulirkan program Nikah Hemat. Program tersebut diselenggarakan sebagai upaya membantu masyarakat melangsungkan pernikahan secara sederhana, tanpa membebani kondisi ekonomi keluarga. Pada program perdana ini dua pasangan calon pengantin dinikahan di KUA Purwakarta dengan saksi nikah Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Om Zein), menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kemenag, dengan tujuan utama mencegah masyarakat terjerat utang akibat biaya pernikahan yang berlebihan.

Menurutnya, fenomena masyarakat yang memaksakan diri menggelar pesta besar meski memiliki keterbatasan ekonomi kerap berujung pada masalah keuangan. Bahkan, tidak sedikit yang akhirnya harus meminjam uang ke berbagai pihak, mulai dari pinjaman online, koperasi, hingga kerabat.

“Banyak yang ingin menggelar hajatan besar, padahal kondisi keuangannya terbatas. Akhirnya meminjam ke sana-sini, berharap dari tamu undangan. Namun kenyataannya tidak sesuai harapan, sehingga menimbulkan beban utang,” kata Saepul, Senin (27/4).

Ia menambahkan, kondisi tersebut tidak jarang berdampak pada kehidupan rumah tangga pasangan yang baru menikah. Alih-alih bahagia, mereka justru dihadapkan pada konflik akibat tekanan ekonomi, bahkan berujung perceraian dalam waktu singkat.

Melalui program Nikah Hemat, masyarakat dengan anggaran terbatas dianjurkan melangsungkan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA). Selain gratis, fasilitas yang disediakan dinilai sudah memadai, mulai dari aula, rias pengantin, hingga dukungan transportasi.

“Di KUA tidak dipungut biaya, tempatnya sudah bagus, rias pengantin juga tersedia. Bahkan pemerintah daerah turut membantu fasilitas lainnya. Jadi benar-benar hemat dan tidak membebani pasangan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Purwakarta, H. Ohan Burhan, menyampaikan dukungan penuh terhadap program tersebut. Ia menilai langkah ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam memastikan masyarakat dapat menjalani momen sakral pernikahan dengan bahagia tanpa tekanan ekonomi.

“KUA saat ini sudah memiliki fasilitas yang representatif, termasuk aula yang luas untuk pelaksanaan akad maupun resepsi sederhana secara gratis,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan adanya sinergi lintas instansi dalam mendukung program ini. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), misalnya, langsung menerbitkan kartu keluarga (KK) baru bagi pasangan setelah akad nikah dilaksanakan.

“Setelah akad, status administrasi kependudukan langsung diperbarui. Ini bentuk pelayanan terpadu agar masyarakat lebih mudah dan nyaman,” tambahnya.

Program Nikah Hemat ini berlaku di seluruh Kantor Urusan Agama yang ada di Kabupaten Purwakarta. Pemerintah berharap melalui program ini masyarakat dapat lebih bijak dalam merencanakan pernikahan, serta memprioritaskan kebahagiaan dan kestabilan rumah tangga dibandingkan gengsi semata. (RZ/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner