Petugas Haji Diminta Pantau Jemaah dengan Hati-Hati

Nurul Hidayah    
26/4/2026 17:38
Petugas Haji Diminta Pantau Jemaah dengan Hati-Hati
Bupati Majalengka Erman Suherman melepas jemaah calon haji.(MI/Nurul Hidayah)

JEMAAH calon haji (calhaj) asal Kabupaten Majalengka hari ini diberangkatkan ke Tanah Suci. Petugas haji pun diminta untuk memantau para jemaah dengan hati-hati.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kabupaten Majalengka, rombongan jemaah calhaj kelompok terbang (kloter) 6 diterbangkan menuju Tanah Suci hari ini, Minggu (26/4) pukul 09.45 WIB dan dijadwalkan take off menuju Arab Saudi pada pukul 12.45 WIB. 

“Dari total kuota 729 jemaah Kabupaten Majalengka, Kloter 6 mengawali keberangkatan dengan total 437 orang,” tutur Kepala Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kabupaten Majalengka, Abu Mansur, Minggu (26/4). 

Dijelaskan Abu, di kloter 6 jemaah calhaj tertua berumur 87 tahun atas nama Ma'sum Sareh Artani, berasal dari Kecamathn Lemahsugih. Sedangkan untuk  jemaah calon haji termuda bernama Khalifah Maulana Aditya berusia 17 tahun dari Burujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi. 

“Di kloter 6 ini juga ada 12 jemaah calon haji yang menggunakan kursi roda. Mereka mendapatkan pendampingan khusus,” tutur Abu. 

Selanjutnya setelah kloter 6, sisa jemaah asal Majalengka lainnya akan diberangkatkan secara bertahap dalam Kloter 23 (8 Mei), Kloter 29 (13 Mei), dan Kloter 39 (18 Mei) yang bergabung dengan jemaah dari daerah lain.

Sebelumnya Bupati Majalengka, Eman Suherman, usai melepas keberangkatan  437 calon jemaah haji kelompok terbang (kloter) 6 di Pendopo Majalengka, Sabtu (25/4) meminta kepada petugas haji untuk proaktif mengawal kondisi fisik jemaah agar tidak ada yang terabaikan jika memerlukan penanganan medis. 

“Saya minta petugas terus memantau, jangan sampai ada jemaah yang kurang sehat luput dari pengawasan," tutur Eman. 

Ini dikarenakan kondisi cuaca dan arsitektur bangunan di Arab Saudi yang berbeda jauh dengan Tanah Air.

"Keadaan di sana (Mekah) bangunannya hampir serupa, risiko tersasar sangat besar ditambah kendala bahasa. Oleh karena itu, jaga kebersamaan, jangan memisahkan diri dari rombongan," tutur Eman. 

Selain itu Eman juga meminta jemaah calon haji untuk menjaga kekompakan dan kewaspadaan agar tidak tersasar. Eman juga meminta Ketua Rombongan (Karo) untuk bertanggung jawab penuh terhadap anggota di bawah koordinasinya. (UL/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner