Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI salah satu sudut Kota Bandung, semangat Hari Kartini menemukan makna yang lebih dalam. Bukan sekadar kebaya dan seremoni, melainkan kisah nyata tentang perempuan-perempuan tangguh yang bangkit dari diagnosis mematikan, yakni kanker.
Melalui kegiatan bertajuk Inspirasi Bersama Kartini Masa Kini, Bandung Cancer Society (BCS) mempertemukan para penyintas dalam satu ruang. Berbagi, menguatkan, dan menyalakan harapan.
Di antara mereka, ada yang pernah kehilangan payudara, ada pula yang harus merelakan rahimnya diangkat. Namun, kehilangan itu tak memadamkan semangat hidup.
Ketua komunitas, Yanti Setiawadi berbicara tegas namun hangat. Baginya, menjadi perempuan penyintas kanker bukan akhir, melainkan awal dari peran baru.
“Cara ini, kita sebagai wanita itu jangan merasa rendah diri. Karena kita sebagai wanita, walaupun kita penyintas kanker, yang mungkin sudah kehilangan payudara atau kehilangan rahim, tapi kehidupan kita itu masih bisa bermanfaat, masih bisa berguna buat orang lain,” ujarnya di sela kegiatan bertajuk Inspirasi Bersama Kartini Masa Kini, dalam rangka memeringati Hari Kartini di Kota Bandung, Minggu (26/4).
Di ruang itu, stigma diluruhkan. Rasa minder dilawan. Yanti menegaskan bahwa pengalaman menghadapi kanker justru bisa menjadi bahan bakar untuk menguatkan sesama.
“Apa yang pernah kita alami, walaupun kita pernah kanker, tapi itu menjadi satu pemicu buat kita. Pemicu untuk semangat dan kita bisa berbagi dengan orang lain untuk menambah semangat mereka juga,” katanya.
Dari rasa sepi menuju rasa memiliki
Komunitas BCS ini lahir dari kebutuhan paling mendasar, tidak merasa sendirian. Sebab, bagi banyak pasien, kanker bukan hanya soal fisik, tapi juga mental dan sosial.
“Kita mendirikan komunitas ini, supaya kita bisa saling berbagi pengetahuan, berbagi pengalaman, merasa ada teman seperjuangan dan teman seperjalanan,” tutur Yanti.
Ia menyoroti risiko kesalahan informasi yang kerap dialami pasien ketika mencari jawaban sendiri.
“Daripada dia sendirian atau bergabung dengan orang yang tidak kena kanker, kemungkinan pengetahuannya itu bisa salah. Lebih-lebih kalau cuma baca dari Google,” tegasnya.
Kini, Bandung Cancer Society telah memiliki lebih dari 600 anggota, tersebar di berbagai wilayah Jawa Barat seperti Sukabumi dan Garut. Jumlah itu belum termasuk pasien yang pernah singgah di rumah singgah mereka.
“Jadi mereka tidak merasa sakit sendiri. Kita yang terdaftar itu enam ratusan, di luar dari pasien yang pernah nginep di rumah singgah,” ungkapnya.
Rumah singgah, rumah harapan
Di balik aktivitas komunitas, ada satu denyut kemanusiaan yang terus berdetak, Rumah Singgah Kasih. Tempat ini menjadi pelabuhan sementara bagi pasien kanker dari luar kota yang tengah berjuang menjalani pengobatan di Bandung.
Dengan biaya yang nyaris simbolis, mereka bisa bertahan di tengah proses medis yang panjang dan melelahkan.
“Mereka bisa mendapatkan nasi dan air minum. Mereka hanya bayar Rp10.000 untuk dua orang, untuk pendamping. Terserah mereka mau tinggal di situ berapa lama,” jelas Yanti.
Selama 11 tahun berdiri, sekitar 2.000 pasien telah keluar-masuk rumah singgah ini untuk menghadapi operasi, kemoterapi, hingga radioterapi yang bisa memakan waktu hingga satu setengah bulan. Namun di balik dedikasi itu, ada keterbatasan yang tak bisa diabaikan.
“Donasi dana kita hanya dari mulut ke mulut. Untuk itu mungkin kalau ada yang mau berdonasi, bisa kontak kita. Bisa berbentuknya tidak selalu uang. Bisa berbentuk hanya sayur, buah,” ujarnya.
Deteksi dini, kunci harapan
Cerita perjuangan ini juga diperkuat oleh suara penyintas sekaligus tenaga medis, Theresia Monica Rahardjo. Ia mengingatkan bahwa kekuatan mental harus berjalan beriringan dengan kesadaran medis.
“Yang pertama itu harus selalu kuat. Juga harus selalu penuh motivasi dan memberikan dampak positif kepada di sekitarnya,” ujarnya.
Menurut dia, banyak kasus kanker terlambat ditangani karena rasa tabu dan ketakutan untuk memeriksakan diri.
“Jangan merasa tabu karena banyak yang masih sungkan untuk kontrol. Entah kanker payudara, kanker leher rahim, atau kanker lainnya,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan rutin, seperti mamografi dan USG untuk kanker payudara pada usia 40 tahun ke atas, serta pap smear tahunan untuk kanker leher rahim.
“Bila dideteksi kanker itu sebaiknya mengikuti pengobatan secara teratur. Jangan menunda-nunda. Karena terapi pada saat awal, stadium awal itu tingkat kesembuhannya lebih besar,” jelasnya.
Kartini masa kini
Di tengah riuh peringatan Hari Kartini, para perempuan ini membuktikan bahwa emansipasi bukan hanya soal kesetaraan, tetapi juga tentang keberanian menghadapi realitas hidup.
Mereka adalah Kartini masa kini yang melawan bukan penjajahan, tetapi rasa takut, stigma, dan keterbatasan.
Dari luka yang pernah ada, mereka menjahit harapan. Dari rasa sepi, mereka membangun solidaritas. Dari kanker, mereka menemukan makna baru tentang hidup, yakni saling menguatkan, tanpa syarat.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon menetapkan empat kecamatan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.
Komunikasi berkualitas merupakan kunci utama dalam membentuk ketahanan keluarga yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar.
Dari total 120 kejadian, terdapat 9 orang yang meninggal dunia di tempat kejadian. Selain itu, 42 mengalami luka berat, dan 69 mengalami luka ringan.
Program vaksinasi campak menyasar 1.328 tenaga medis dan tenaga kesehatan terutama yang memiliki kontak langsung dengan pasien
Perawatan luka di Indonesia semakin kompleks. Beberapa solusi yang sudah ada belum sepenuhnya dirancang sesuai dengan kondisi nyata yang dihadapi tenaga kesehatan
Kerusakan TPT menjadi atensi. Sebab, posisinya cukup krusial terhadap kelancaran pasokan air ke lahan pertanian.
Saat ini terdapat 175 perlintasan sebidang, sebanyak 133 di antaranya dijaga oleh petugas, baik dari KAI, pemerintah daerah, maupun swadaya masyarakat.
Tanah longsor terjadi di sejumlah titik yang menghambat jalur masuk pengunjung.
Bandung sebagai salah satu kota dengan dinamika urban yang tinggi memiliki potensi besar dalam perkembangan kendaraan listrik di Indonesia
Warga Dusun Ciharashas dan Dusun Cijambe, Desa Caringin, dapat menikmati akses yang lebih aman dan layak setelah diresmikannya Jembatan Amanah
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat akan menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi pada Senin (27/4) malam.
TAMAN bumi (geopark) Ciletuh-Palabuhanratu di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali dinobatkan sebagai UNESCO Global Geopark.
Ditargetkan seluruh desa memiliki koperasi desa baik di wilayah perkotaan maupun kawasan selatan Bandung Barat.
Perombakan pengurus ini menjadi sinyal kuat perseroan untuk memantapkan strategi pertumbuhan dan transformasi digital
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menggencarkan aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di seluruh lingkungan masyarakat.
Acara ini diselenggarakan di Ballroom voco Bandung Setiabudi pada Senin (27/4), sebagai platform untuk menghormati warisan RA Kartini
SELAIN membatalkan perjalanan, penumpang yang terdampak kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4) kemarin bisa membatalkan atau menukar tiket dengan kereta lainnya.
Untuk perbaikan rutilahu tersebut,Pemkab Cirebon sudah mengalokasikan anggaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved