Jaga Produksi Pangan, Kabupaten Kuningan Lakukan Gerakan Pengendalian Hama

Nurul Hidayah    
23/4/2026 21:31
Jaga Produksi Pangan, Kabupaten Kuningan Lakukan Gerakan Pengendalian Hama
Petani di Kabupaten Kuningan menyemprotkan obat pembasmi hama wereng sebagai upaya pengendalian hama di musim tanam gadu.(MI/NURUL HIDAYAH)

DALAM upaya meningkatkan produksi pangan di musim tanam gadu (kemarau), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan menggencarkan upaya pengendalian hama.

“Untuk menjaga stabilitas produksi, kami berupaya untuk menekan penyebaran hama yang bisa mengganggu hasil produksi pangan,” tutur Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, Kamis (23/4).

Untuk itu, pihaknya menggelar Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama Penggerek Batang Padi (PBP). Untuk tahap awal pengendalian hama digelar di Poktan Paguyuban II, Blok Kikisik, Desa Sindang, Kecamatan Lebakwangi, beberapa waktu lalu.

Pengendalian hama menjadi kunci dalam menjaga produktivitas padi, terutama pada fase persemaian yang sangat rentan terhadap serangan hama Penggerek Batang Padi.

“Sekaligus menghadapi tekanan musim kemarau yang berpotensi memicu cekaman atau kekurangan air,” tutur Wahyu.

Ada pun musim tanam gadu di Kabupaten Kuningan berlangsung April hingga September 2026.

Dia menjelaskan penggerek batang padi merupakan salah satu hama strategis yang dampaknya bisa sangat signifikan jika tidak ditangani sejak dini. Serangannya dimulai dari fase larva yang masuk ke batang dan merusak jaringan tanaman, menyebabkan gejala sundep pada fase vegetatif dan beluk pada fase generatif, yang berujung pada potensi kehilangan hasil secara nyata.

“Musim  kemarau yang identik dengan suhu tinggi serta adanya keterbatasan air akan mempercepat siklus hidup hama sekaligus menurunkan daya tahan tanaman,” lanjutnya,


Terintegrasi


Oleh karena itu strategi pengamanan produksi harus dilakukan secara terintegrasi antara pengendalian OPT dan mitigasi kekeringan.

“Kita tidak bisa melihat hama dan kekeringan sebagai dua hal terpisah. Tanaman yang mengalami stres air akan lebih rentan terhadap serangan OPT. Karena itu, selain pengendalian hama, kita dorong langkah mitigasi kekeringan seperti pengaturan pola tanam yang menyesuaikan ketersediaan air, optimalisasi penggunaan air irigasi secara efisien, pembuatan dan pemanfaatan embung atau sumber air alternatif, serta penerapan teknik budidaya hemat air,” tandasnya,

Wahyu juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas petani dalam melakukan deteksi dini dan respons cepat di lapangan.

“Petani harus aktif melakukan pengamatan rutin, memahami ambang kendali serangan, dan tidak terlambat dalam melakukan intervensi,” harapnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner