Cobra Menutup Mata, Mahawarman Jawa Barat Kehilangan Penjaga Terbaiknya

Sugeng Sumariyadi
23/4/2026 21:16
Cobra Menutup Mata, Mahawarman Jawa Barat Kehilangan Penjaga Terbaiknya
Suasana pemakaman Wawan Cobra di Bandung(ISTIMEWA)

KABAR duka datang dari Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Rochmat Surjawan bin Suparman, senior Resimen Mahasiswa Jawa Barat telah berpulang ke rahmatullah.

Pria yang dikenal dengan julukan Wawan Cobra, itu, lebih dari satu bulan berjuang melawan sakit. Bagi keluarga besar Menwa Jawa Barat dan Corps Mahawarman, dia adalah sosok terbaik yang dipanggil pulang.

Ia bukan sekadar senior, bukan hanya anggota Menwa Unpas Bandung yang tergabung dalam Batalyon IV/Gab Corps Mahawarman. Ia adalah lambang pengabdian, keberanian, dan kerendahan hati yang kini semakin sulit ditemukan.

Julukan “Cobra” melekat pada dirinya karena keahlian langka yang dimiliki: mengendalikan berbagai jenis ular. Namun sesungguhnya, bukan ular yang paling berhasil ia jinakkan.

Ia mampu menaklukkan rasa takut, menenangkan kepanikan, dan menumbuhkan keberanian pada para juniornya. Dalam setiap latihan survival, ia mengajarkan bahwa keberanian bukan berarti tak punya takut, tetapi mampu berdiri tegak meski ketakutan datang.

Di mata banyak orang, Wawan Cobra adalah sosok yang disegani. Namun mereka yang mengenalnya lebih dekat tahu, di balik wibawanya tersimpan hati yang lembut. Ia hormat kepada senior, menyayangi junior, dan selalu hadir tanpa diminta ketika ada yang membutuhkan.

Iwan Gumilar, atau yang akrab disapa Gumi, anggota Corps Mahawarman Kompie B Unisba, mengenang almarhum dengan suara bergetar.

"Beliau itu sosok yang sangat kami banggakan dan disegani. Meski almarhum senior Mahawarman, beliau selalu menyapa dengan sopan. Bahkan ke saya selalu memanggil ‘Pak Iwan’. Itu yang bikin saya terharu. Senior sebesar beliau, tapi rendah hati sekali," ungkapnya.

Bagi Gumi dan banyak kader lain, penghormatan dari seorang senior seperti Wawan Cobra bukan sekadar sapaan. Itu adalah pelajaran tentang adab, tentang bagaimana kebesaran seseorang justru terlihat dari caranya menghargai orang lain.

Tak sedikit orang hebat dikenang karena jabatan. Namun Wawan Cobra akan dikenang karena sikapnya.

Kini lelaki yang selama hidupnya menjadi pelindung itu akhirnya beristirahat. Di TPU Sirnaraga, Kota Bandung, langkah para sahabat yang mengantarnya terasa berat.

Selamat jalan, Wawan Cobra. Engkau telah pulang, tetapi namamu akan tetap hidup dalam setiap cerita para junior dan hormat para senior.

“Orang baik tidak pernah benar-benar pergi. Ia tinggal di hati orang-orang yang ditinggalkan.”

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner