Stok Pupuk Aman, Petani Diminta Percepat Musim Tanam II

Nurul Hidayah    
22/4/2026 22:41
Stok Pupuk Aman, Petani Diminta Percepat Musim Tanam II
Ketersediaan pupuk di salah satu kios di Majalengka.(MI/Nurul Hidayah)

JELANG musim tanam (MT) II 2026, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi aman. 

“Ketersediaan pupuk bersubsidi di musim tanam kedua aman. Alokasi Pupuk bersubsidi di Kabupaten Majalengka untuk tahun 2026 meliputi jenis Urea sebanyak 36.400.000 kg, NPK sebanyak 28.514.000 kg, pupuk Organik  56.000 kg dan pupuk ZA sebanyak 354.000 kg,” tutur Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, Rabu (22/4). 

Mengingat ketersediaan pupuk yang aman, Gatot pun meminta kepada petani untuk mempercepat tanam MT II. Pasalnya, berdasarkan prediksi yang disampaikan BMKG, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang, sehingga perlu langkah antisipatif sejak dini.

“Sebagai upaya untuk mencukupi  kebutuhan air, kami bersama BBWS juga  telah koordinasi untuk  mengantisipasinya , kemudian Bupati juga menyalurkan bantuan kementan  berupa pompa air kepada kelompok tani” tutur Gatot. 

Gatot pun mengungkapkan bahwa mereka telah koordinasi dengan ketua tim kerja penyuluh pertanian Kabupaten Majalengka  untuk  memberikan pendampingan dan arahan kepada petani selama musim tanam berlangsung.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Tanjung Wiru, Desa Mekarmulya, Kecamatan Kertajati, Wartam, mengaku hingga saat ini ketersediaan pupuk subsidi di wilayahnya masih mencukupi. “Alhamdulillah, untuk pupuk subsidi masih aman. Di Desa Mekarmulya sendiri ada dua toko tani yang melayani kebutuhan petani,” ungkapnya.

Namun demikian, ia menambahkan bahwa menjelang MT II,kebutuhan utama petani saat ini adalah mesin pantek guna menjaga ketersediaan pasokan air, terutama menghadapi potensi kemarau panjang.

Ada pun luas lahan persawahan di Desa Mekarmulya mencapai sekitar 175 hektare, ditambah kawasan lahan Perum Perhutani seluas kurang lebih 1.000 hektare yang juga dimanfaatkan oleh masyarakat. (UL/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner