Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKEMBANGAN kecerdasan buatan global memasuki fase semakin kompetitif dan kompleks. Laporan Stanford AI Index 2026 menunjukkan, persaingan antarnegara dan korporasi kini tidak lagi bertumpu kecerdasan semata melainkan efisiensi, biaya, dan relevansi penggunaan.
Sayangnya, di tengah akselerasi tersebut, Indonesia dinilai masih berada pada posisi persimpangan strategis.
Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB) sekaligus Data Scientist Sharing Vision, Dimitri Mahayana, menilai, perkembangan global AI harus dibaca secara kritis dalam konteks nasional.
Ia merujuk laporan Stanford Institute for Human-Centered Artificial Intelligence yang dirilis pekan lalu sebagai potret paling komprehensif mengenai lanskap AI dunia saat ini.
“Persaingan sekarang bukan lagi soal siapa paling pintar, melainkan siapa paling murah, paling andal, dan paling sesuai dengan kebutuhan spesifik,” ujar Dimitri di Bandung, Rabu (22/4).
Menurut dia, kesenjangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok dalam pengembangan AI kini hampir tertutup. Bahkan, model-model teratas dari berbagai perusahaan besar hanya terpaut tipis dalam hal performa.
Kondisi ini, tambahnya, menandai perubahan lanskap dari dominasi tunggal menuju kompetisi multipolar berbasis efisiensi.
Fenomena jagged frontier
Selain itu, Dimitri menyoroti percepatan kapabilitas AI yang dinilai belum menunjukkan tanda melambat. Dalam berbagai benchmark teknis, kemampuan model meningkat drastis dalam waktu singkat, bahkan melampaui ekspektasi awal para peneliti.
Namun demikian, ia mengingatkan adanya fenomena yang disebut sebagai “jagged frontier”, yakni kondisi ketika AI mampu menyelesaikan tugas kompleks tetapi gagal pada hal-hal sederhana.
“AI hari ini bukan kecerdasan umum. Ia adalah kumpulan kemampuan sempit yang tidak selalu saling terhubung,” katanya.
Dalam konteks adopsi, penggunaan AI generatif juga berkembang sangat cepat. Secara global, lebih dari separuh populasi dunia telah menggunakan teknologi ini dalam waktu relatif singkat, melampaui kecepatan adopsi komputer pribadi maupun internet.
Di Indonesia, tren tersebut bahkan lebih mencolok. Berdasarkan survei Sharing Vision IT Business Outlook 2026, tingkat kesadaran masyarakat terhadap AI mencapai 87%, dengan penggunaan harian sebesar 55%.
“Ini angka yang sangat tinggi. Tapi kesadaran tidak otomatis berarti kedaulatan,” ujar Dimitri.
Ia menilai, Indonesia masih tertinggal dalam aspek produksi teknologi, terutama dalam pengembangan model bahasa besar dan infrastruktur AI domestik. Kondisi ini diperparah oleh dominasi korporasi global yang kini menghasilkan lebih dari 90 persen model AI terdepan.
Risiko epistemik
Sementara itu, aspek transparansi juga menjadi perhatian serius. Laporan Stanford menunjukkan bahwa tingkat keterbukaan perusahaan AI justru menurun, terutama pada model-model paling canggih. Hal ini berpotensi menimbulkan risiko epistemik bagi masyarakat yang semakin bergantung pada teknologi tersebut.
Dimitri juga menyoroti tantangan yang lebih luas, termasuk isu talenta, lingkungan, hingga ketenagakerjaan.
Ia menyebut bahwa arus talenta AI global mulai bergeser, membuka peluang bagi negara berkembang untuk membangun ekosistem sendiri.
Di sisi lain, dampak lingkungan dari pengembangan AI juga tidak bisa diabaikan. Konsumsi energi yang sangat besar dari pusat data dan pelatihan model menjadi isu strategis yang harus diperhitungkan dalam kebijakan nasional.
“Semakin kuat modelnya, semakin besar energi yang dibutuhkan. Ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal keberlanjutan,” katanya.
Dimitri menyoroti bahwa disrupsi tenaga kerja akibat AI sudah mulai terasa, terutama bagi pekerja muda dan entry level. Sistem pendidikan dan kebijakan ketenagakerjaan Indonesia perlu segera beradaptasi untuk menghadapi perubahan ini.
Meski demikian, ia melihat adanya modal sosial yang cukup kuat di Indonesia. Tingginya dukungan publik terhadap regulasi AI menunjukkan adanya kesadaran kolektif yang dapat menjadi dasar kebijakan.
Dalam pandangannya, Indonesia perlu segera mengambil langkah strategis agar tidak hanya menjadi pasar teknologi global. Ia mengusulkan penguatan produksi AI domestik, optimalisasi model yang efisien, serta pembangunan kerangka regulasi yang adaptif dan berbasis risiko.
“Indonesia bukan negara yang terlambat mengenal AI. Kita sudah menggunakan dan mulai mengkritisinya. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian politik dan konsistensi kebijakan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa AI bukan sekadar teknologi, melainkan infrastruktur peradaban baru yang akan membentuk ulang ekonomi, ilmu pengetahuan, dan tata kelola sosial di masa depan.
“AI tidak akan menunggu siapa pun. Pertanyaannya sederhana, apakah kita hanya akan menjadi pengguna, atau ikut menentukan arah?” pungkasnya.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon menetapkan empat kecamatan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.
Komunikasi berkualitas merupakan kunci utama dalam membentuk ketahanan keluarga yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar.
Dari total 120 kejadian, terdapat 9 orang yang meninggal dunia di tempat kejadian. Selain itu, 42 mengalami luka berat, dan 69 mengalami luka ringan.
Program vaksinasi campak menyasar 1.328 tenaga medis dan tenaga kesehatan terutama yang memiliki kontak langsung dengan pasien
Perawatan luka di Indonesia semakin kompleks. Beberapa solusi yang sudah ada belum sepenuhnya dirancang sesuai dengan kondisi nyata yang dihadapi tenaga kesehatan
Kerusakan TPT menjadi atensi. Sebab, posisinya cukup krusial terhadap kelancaran pasokan air ke lahan pertanian.
Saat ini terdapat 175 perlintasan sebidang, sebanyak 133 di antaranya dijaga oleh petugas, baik dari KAI, pemerintah daerah, maupun swadaya masyarakat.
Tanah longsor terjadi di sejumlah titik yang menghambat jalur masuk pengunjung.
Bandung sebagai salah satu kota dengan dinamika urban yang tinggi memiliki potensi besar dalam perkembangan kendaraan listrik di Indonesia
Warga Dusun Ciharashas dan Dusun Cijambe, Desa Caringin, dapat menikmati akses yang lebih aman dan layak setelah diresmikannya Jembatan Amanah
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat akan menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi pada Senin (27/4) malam.
TAMAN bumi (geopark) Ciletuh-Palabuhanratu di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali dinobatkan sebagai UNESCO Global Geopark.
Ditargetkan seluruh desa memiliki koperasi desa baik di wilayah perkotaan maupun kawasan selatan Bandung Barat.
Perombakan pengurus ini menjadi sinyal kuat perseroan untuk memantapkan strategi pertumbuhan dan transformasi digital
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menggencarkan aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di seluruh lingkungan masyarakat.
Acara ini diselenggarakan di Ballroom voco Bandung Setiabudi pada Senin (27/4), sebagai platform untuk menghormati warisan RA Kartini
SELAIN membatalkan perjalanan, penumpang yang terdampak kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4) kemarin bisa membatalkan atau menukar tiket dengan kereta lainnya.
Untuk perbaikan rutilahu tersebut,Pemkab Cirebon sudah mengalokasikan anggaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved