Kemendikdasmen Ajak Masyarakat Dukung Rumah Pendidikan dan Bug Bounty di Ajang ITU WSIS 2026 PBB

Sugeng Sumariyadi
22/4/2026 11:09
Kemendikdasmen Ajak Masyarakat Dukung Rumah Pendidikan dan Bug Bounty di Ajang ITU WSIS 2026 PBB
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menunjukkan aplikasi Rumah Pendidikan yang masuk nominasi ajang penghargaan global ITU WSIS Prizes 2026 PBB.(ISTIMEWA)

BEBERAPA waktu lalu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meluncurkan dua inovasi digital unggulan, yakni Super Aplikasi Rumah Pendidikan dan program Anugerah Bug Bounty.

Yang terbaru, keduanya berhasil masuk nominasi ajang penghargaan global ITU World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kedua inovasi ini dinominasikan pada kategori C7 (e-Government) dan C5 (Building Confidence and Security in the Use of ICT). Saat ini, keduanya tengah bersaing masuk lima besar terbaik (Champion Projects) dari total 20 inovasi dunia di setiap kategori.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menyampaikan, masyarakat Indonesia dapat mendukung pencapaian tersebut dengan mengakses laman: https://s.id/VoteRumdikABB.

"Lalu, Login atau membuat akun. Selanjutnya, pilih kategori C7 – e-Government, cari Rumah Pendidikan, lalu klik Vote for this project. Kemudian, pilih kategori C5 – Building Confidence and Security in the Use of ICT. Cari Anugerah Bug Bounty, lalu klik Vote for this project," katanya di Bandung, Rabu (22/4).

Menurut dia, merujuk laman resmi, voting dibuka hingga 3 Mei 2026 pukul 23.00 UTC + 02:00 atau untuk Waktu Indonesia hingga 4 Mei 2026 mendatang pukul 04.00 WIB.


Dukungan masyarakat


Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikdasmen, Suharti, mengajak seluruh masyarakat turut memberikan dukungan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan pendidikan memberikan dukungan melalui voting, agar inovasi Indonesia ini dapat meraih prestasi terbaik di tingkat dunia,” ujarnya.

Ajang WSIS Prizes merupakan penghargaan tahunan yang diselenggarakan ITU, badan PBB di bidang teknologi informasi dan komunikasi, sejak  2012 guna mengapresiasi inovasi digital yang berdampak pada pembangunan berkelanjutan.

Menurut Suharti, pencapaian ini menjadi pengakuan internasional atas transformasi digital pendidikan Indonesia, sekaligus sejalan visi Kemendikdasmen dalam menghadirkan layanan pendidikan yang RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis) serta mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Program Anugerah Bug Bounty sendiri menjadi wujud komitmen Kemendikdasmen dalam memperkuat ketahanan siber melalui keterlibatan aktif peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan dosen dalam ekosistem keamanan digital.

Sementara Rumah Pendidikan hadir sebagai super aplikasi yang mengintegrasikan lebih dari 950 layanan pendidikan dalam satu platform. Rumah Pendidikan telah dimanfaatkan oleh puluhan juta pengguna di seluruh Indonesia.

"Setiap suara sangat berarti untuk membawa inovasi Indonesia melangkah lebih jauh di tingkat global," tandas Suharti.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner