Era Kerja Hybrid Dimulai, Point Lab Tangkap Peluang Ekspansi di Jakarta dan Bandung

Sugeng Sumariyadi
20/4/2026 19:10
Era Kerja Hybrid Dimulai, Point Lab Tangkap Peluang Ekspansi di Jakarta dan Bandung
Pos Properti Indonesia menyediakan coworking space sebagai solusi yang tetap produktif namun fleksibel dalam pemberlakuan kebijakan kerja hibrida(ISTIMEWA)

PEMBERLAKUAN kebijakan kerja hibrida secara nasional sejak 1 April 2026 mulai mendorong peningkatan kebutuhan ruang kerja fleksibel di Indonesia. Hal itu terjadi seiring dengan perubahan pola kerja di sektor publik maupun swasta.

Dua surat edaran pemerintah yang diterbitkan pada 31 Maret 2026 menjadi landasan kebijakan tersebut, mencakup aparatur sipil negara (ASN) serta karyawan swasta, BUMN, dan BUMD.

ASN diwajibkan menjalankan work from home (WFH) setiap Jumat, sedangkan non-pemerintah didorong menerapkan skema kerja fleksibel tanpa mengurangi hak pekerja.

Kebijakan ini tidak hanya diarahkan untuk efisiensi energi dan pengurangan mobilitas, tetapi juga mendorong transformasi budaya kerja yang lebih adaptif.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyebut potensi penghematan dari kebijakan ini dapat mencapai
Rp 6,2 triliun, terutama dari penurunan konsumsi bahan bakar.

Seiring implementasi kebijakan tersebut, sejumlah laporan industri menunjukkan tren peningkatan permintaan terhadap ruang kerja fleksibel.


Tumbuh signifikan


Studi JLL mencatat adanya pertumbuhan signifikan di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh adopsi kerja hibrida dan strategi efisiensi perusahaan.

Secara global, berbagai riset juga memperkirakan porsi penggunaan ruang kerja fleksibel akan terus meningkat hingga akhir dekade ini.

Menanggapi perkembangan tersebut, Pos Properti Indonesia melalui unit coworking space-nya, Point Lab, melihat adanya peluang untuk memperkuat peran ruang kerja fleksibel sebagai bagian dari
ekosistem kerja modern.

“Kerja hybrid menciptakan kebutuhan ruang kerja di antara rumah dan kantor utama. Ini menjadi peluang bagi coworking space untuk hadir sebagai solusi yang tetap produktif namun fleksibel,” ujar
Endro Tjahjono, Chief Business Development & Hospitality Officer Pos Properti Indonesia.

Point Lab saat ini telah beroperasi di Jakarta dan Bandung, dengan menyasar segmen profesional korporat, startup, hingga pekerja lepas.

Di Jakarta, permintaan didominasi oleh kebutuhan ruang kerja
di lokasi strategis pusat bisnis, sedangkan di Bandung berkembang dari kalangan talenta kreatif dan pelaku usaha berbasis inovasi.


Kebutuhan pasar


Sebagai bagian dari strategi optimalisasi aset, Pos Properti Indonesia memandang pengembangan coworking space tidak hanya sebagai diversifikasi bisnis, tetapi juga sebagai respons terhadap
perubahan kebutuhan pasar.

Model ruang kerja fleksibel dinilai mampu menjembatani kebutuhan
efisiensi perusahaan sekaligus menjaga produktivitas karyawan.

"Pemerintah sudah memberikan arahan jelas. WFH hybrid ini kebutuhan baru. Daripada bingung cari tempat kerja yang pas di hari WFH, mending pakai Point Lab. Kami siap dukung transisi ini biar tetap efisien dan nyaman," ujar Endro.

Ke depan, ruang kerja fleksibel diperkirakan akan semakin menguasai lanskap perkantoran di Indonesia, melengkapi fungsi kantor pusat dan rumah dalam mendukung sistem kerja yang lebih dinamis dan berkelanjutan.

Dengan dukungan kebijakan pemerintah serta perubahan perilaku kerja yang semakin mengarah pada fleksibilitas, Pos Properti Indonesia optimistis Point Lab akan terus berkembang sebagai bagian dari solusi ruang kerja masa depan.

Melalui ekspansi di Jakarta dan Bandung, Point Lab diharapkan dapat
menjawab kebutuhan pasar yang terus tumbuh, sekaligus memperkuat peran perusahaan dalam menghadirkan pemanfaatan aset yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner