8,5 Hektare Eceng Gondok Ditarik dari Waduk Saguling

Depi Gunawan
19/4/2026 19:29
8,5 Hektare Eceng Gondok Ditarik dari Waduk Saguling
Pembersihan eceng gondok dari Waduk Saguling menggunakan alat berat.(MI/DEPI GUNAWAN)

OPERASIONAL PLTA Saguling sebagai pembangkit energi baru terbarukan terganggu oleh keberadaan eceng gondok. Tanaman air yang tumbuh pesat tersebut berpotensi menghambat aliran air, yang merupakan energi primer dalam proses pembangkitan listrik.

Dalam upaya menjaga kondisi Waduk Saguling, penanganan eceng gondok terus dilakukan secara bertahap. Selama satu tahun terakhir, sedikitnya 8,5 hektare eceng gondok di area waduk telah dibersihkan.

Pembersihan dilakukan secara rutin setiap hari oleh tim dengan dukungan alat berat berupa ekskavator. Termasuk juga melibatkan personel Kodim 0609 Cimahi serta Satgas Citarum Harum yang mengoperasikan berbagai peralatan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Saguling, Doni Bakar mengatakan, penanganan eceng gondok tidak dapat dilakukan secara sepihak, melainkan memerlukan kolaborasi dari berbagai lapisan masyarakat untuk menjaga fungsi waduk sebagai sumber energi.

"Penanganan eceng gondok merupakan program rutin yang kami laksanakan, sekaligus bagian dari kolaborasi lintas sektor bersama berbagai pihak, seperti Perum Jasa Tirta II (PJT II), program Citarum Harum, serta unsur pemerintah lainnya," katanya, Minggu (19/4).

Ia menekankan bahwa Waduk Saguling merupakan sumber energi primer bagi PLTA, sehingga keberlanjutannya sangat bergantung pada kondisi perairan yang bersih dan terjaga.

"Kami terus melakukan berbagai upaya, mulai dari pembersihan rutin, pemanfaatan teknologi, hingga penguatan kolaborasi dengan masyarakat, mitra binaan, pemerintah, dan aparat," tuturnya.


Masyarakat dilibatkan


Selain itu, PLN Indonesia Power UBP Saguling juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam pemanfaatan eceng gondok menjadi produk bernilai guna, seperti kerajinan tangan, pakan ternak, pupuk organik, hingga bahan baku ekonomi kreatif lainnya.

"Namun demikian, penanganan eceng gondok secara menyeluruh memerlukan keterlibatan banyak pihak, termasuk perubahan perilaku dan budaya masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai maupun daerah aliran Sungai Citarum," ujarnya.

Dengan demikian, PLTA Saguling diharapkan dapat terus beroperasi secara optimal sebagai sumber energi listrik yang ramah lingkungan, sekaligus mendukung kebutuhan listrik nasional secara berkelanjutan.

"Ini merupakan tanggung jawab bersama untuk memastikan pasokan listrik tetap andal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan," jelasnya.

Ia menambahkan, sebagai salah satu objek vital nasional yang dikelola PLN Indonesia Power, PLTA Saguling sangat bergantung pada kondisi Waduk Saguling yang optimal.

"Pertumbuhan eceng gondok di Waduk Saguling dipengaruhi oleh penurunan kualitas air. Kondisi ini tidak terlepas dari aktivitas di wilayah hulu, khususnya pembuangan limbah ke Sungai Citarum yang bermuara ke waduk," tambahnya.


Pemanfaatan


Sementara itu, pegiat lingkungan sekaligus Ketua Bening Saguling Foundation, Indra Darmawan, menyampaikan bahwa solusi penanganan eceng gondok tidak hanya melalui aksi pembersihan, tetapi juga pemanfaatan menjadi produk bernilai ekonomi agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Gerakan ini tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kesadaran dan peran aktif masyarakat tentang pentingnya sungai sebagai sumber kehidupan. Sungai bukan tempat sampah raksasa, melainkan urat nadi kehidupan yang harus kita jaga demi masa depan,” paparnya.

Di sisi lain, Komandan Kodim 0609 Cimahi, Letkol Inf Ratnomenegaskan komitmen TNI dalam mendukung upaya tersebut.

"Kami bersama jajaran siap mendukung kegiatan pembersihan sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan dan keberlangsungan infrastruktur vital. Sinergi lintas sektor ini menjadi kekuatan utama dalam menghadapi persoalan eceng gondok di Waduk Saguling," kata Ratno.

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner