Dedi Mulyadi Soroti Sanksi Siswa Viral di Purwakarta, Tolak Skorsing dan Usulkan Hukuman Edukatif

Media Indonesia
18/4/2026 19:45
Dedi Mulyadi Soroti Sanksi Siswa Viral di Purwakarta, Tolak Skorsing dan Usulkan Hukuman Edukatif
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.(Antara)

GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat bicara terkait viralnya aksi siswa yang mengacungkan jari tengah dan melecehkan guru di SMAN 1 Purwakarta. Ia secara tegas menyoroti pemberian sanksi skorsing yang dinilai kurang efektif dalam membentuk karakter siswa.

Skorsing Dinilai Bukan Solusi Utama

Dedi mengaku telah menerima laporan lengkap mengenai kasus tersebut, termasuk langkah yang sudah diambil pihak sekolah.

"Saya cukup prihatin dengan kejadian ini, dan kronologinya sudah saya dengarkan," ujar Dedi, Sabtu (18/4).

Sekolah sebelumnya diketahui telah menjatuhkan sanksi skorsing selama 19 hari kepada siswa yang terlibat, disertai pembinaan di rumah.

Namun, menurut Dedi, pendekatan tersebut belum tentu memberikan dampak jangka panjang terhadap perubahan perilaku siswa.

Usulan Hukuman Berbasis Pembinaan Karakter

Alih-alih skorsing, Dedi Mulyadi mengusulkan pendekatan yang lebih edukatif dan bersifat langsung menyentuh tanggung jawab siswa.

"Tapi saya memberikan saran anak itu tidak skorsing selama 19 hari, ini saran mudah-mudahan bisa digunakan. Tapi diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari dan membersihkan toilet," tegasnya.

Ia menilai hukuman berbasis aktivitas sosial akan lebih efektif dalam menanamkan disiplin dan rasa hormat kepada guru.

Tak hanya itu, durasi hukuman juga menurutnya bisa diperpanjang menyesuaikan perubahan perilaku siswa.

"Waktunya bisa satu bulan, dua bulan, bahkan tiga bulan, tergantung dari perkembangan anak itu sendiri," jelasnya.

Tekankan Hukuman Harus Mendidik

Dedi menegaskan bahwa setiap sanksi dalam dunia pendidikan seharusnya tidak hanya memberi efek jera, tetapi juga membentuk karakter anak.

"Prinsip dasar setiap hukuman yang diberikan harus memberikan manfaat dalam pembentukan karakter bagaimanapun itu adalah anak yang perlu dibimbing oleh orang tua dan gurunya," pungkasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa orang tua siswa telah dipanggil ke sekolah dan menunjukkan penyesalan atas tindakan anak mereka. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner