Banjir di Rancabolang dan Derwati, Pemkot Bandung Fokus Penanganan Darurat dan Logistik

Naviandri
17/4/2026 21:18
Banjir di Rancabolang dan Derwati, Pemkot Bandung Fokus Penanganan Darurat dan Logistik
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meninjau banjir.(Dok Diskominfo Kota Bandung )

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung terus melakukan penanganan terhadap banjir yang melanda wilayah Rancabolang dan Derwati, yang hingga kini masih menyisakan genangan di empat RW. Saat ini genangan air masih mencapai ketinggian sekitar 50 cm, dengan jumlah warga terdampak diperkirakan mencapai sekitar 800 jiwa.

“Masih ada genangan di empat RW. Kita fokus pada penanganan darurat, termasuk penyediaan logistik dan layanan kesehatan,” ungkap Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan Jumat (17/4).

Farhan menerangkan, kendala utama dalam penanganan banjir adalah kondisi sistem aliran air yang terhubung antara Sungai Cinambo dan Sungai Citarum. 

Ketika Sungai Citarum meluap, aliran dari Sungai Cinambo tidak dapat mengalir dengan lancar. Cinambo bermuara ke Citarum. Ketika Citarum banjir, otomatis aliran dari Cinambo tertahan.

"Upaya pemompaan juga mengalami kendala karena keterbatasan infrastruktur, terutama jarak yang cukup jauh menuju Sungai Cipamokolan sebagai alternatif pembuangan air," jelasnya.

Menurut Farhan, sebagai langkah tanggap darurat, Pemkot Bandung telah menyiapkan dapur umum, perahu karet serta layanan kesehatan melalui puskesmas yang disiagakan di lokasi terdampak. Selain itu, distribusi bantuan makanan dilakukan secara rutin, dengan dukungan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang turut membantu kebutuhan warga dan pelajar di wilayah tersebut.

Ke depan lanjut Farhan, Pemkot Bandung tengah menyiapkan terobosan melalui pembangunan sistem penyaluran air dari Rancabolang menuju Sungai Cipamokolan. Rencana ini akan masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2027-2028, bahkan berpeluang dipercepat melalui perubahan anggaran 2026. Pembangunan tersebut akan dilengkapi dengan rumah pompa baru. Namun, skema teknisnya masih dalam tahap kajian apakah menggunakan saluran tertutup berupa pipa atau saluran terbuka.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung, Yorisa Sativa menyampaikan, bantuan terus disalurkan secara terkoordinasi. Ada bantuan sembako dan dapur umum untuk warga terdampak, koordinasi dengan lurah dan camat berjalan baik serta melibatkan partisipasi warga sehingga semua potensi di wilayah bisa dimaksimalkan.

"Selain itu, dukungan juga datang dari lembaga kesejahteraan sosial dan sejumlah perusahaan, sehingga ketersediaan bahan pokok bagi warga tetap terjaga. Alhamdulillah kami tidak khawatir untuk kekurangan bahan pokok,” tandasnya. (AN/naviandri)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner